PONTIANAK, ZONA Kalbar — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berharap Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalbar dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan dan pembinaan umat yang semakin kompleks.
Harapan tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia, Sefri Kurniadi, saat membacakan sambutan Gubernur dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII LDII Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar, Belum lama ini.
Menurut Ria Norsan, perkembangan teknologi digital dan dinamika sosial menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kata dia, membutuhkan sinergi dengan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.
“Kita membutuhkan sinergi yang kuat untuk mencetak sumber daya manusia Kalimantan Barat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi akhlakul karimah, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh,” ujar Sefri membacakan sambutan Gubernur.
Ria juga berharap program kerja yang dirumuskan dalam Muswil VIII LDII Kalbar dapat diselaraskan dengan visi dan misi pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Khususnya, program tersebut diharapkan ikut memperkuat kesejahteraan masyarakat dan kerukunan antarumat beragama.
“Program kerja yang dirumuskan dalam Muswil LDII diharapkan bisa diselaraskan dengan visi dan misi Pemprov Kalbar, khususnya penguatan kesejahteraan masyarakat dan kerukunan umat. Saya menaruh harapan kepada LDII,” katanya.
Ketua DPW LDII Kalbar terpilih, Susanto, mengatakan organisasinya berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah.
Menurut dia, LDII tidak hanya menjalankan aktivitas dakwah, tetapi juga berupaya mengambil peran dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan keumatan.
“Secara organisatoris kami secara tegas berkomitmen mendukung program pemerintah serta ikut membantu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial keumatan. Artinya, kami hadir untuk memberikan andil dan pengabdian,” ujar Susanto.
Ia mengatakan perkembangan persoalan sosial yang semakin kompleks membuat pendekatan dakwah juga perlu menyesuaikan dengan kondisi masyarakat.
Karena itu, LDII Kalbar akan memperkuat dakwah kontekstual agar keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“LDII Kalbar aktivitas utamanya memang dakwah, tetapi karena permasalahan semakin kompleks, pola dakwahnya juga diperkuat dengan dakwah-dakwah kontekstual. Harapannya, rasa manfaat dengan hadirnya LDII semakin besar,” katanya.
Susanto juga mendorong warga LDII untuk menjadi pionir di lingkungan masing-masing sesuai dengan profesi dan bidang yang mereka geluti.
Menurut dia, keteladanan melalui profesi menjadi salah satu cara untuk menjalankan fungsi dakwah di tengah masyarakat.
“Jika banyak pionir lahir dari warga LDII, maka peran dan fungsi dakwahnya berjalan. Karena dakwah yang baik sesungguhnya dengan keteladanan. Cukup sesuaikan dengan profesi dan bidang yang diminati. Ini dorongan yang terus kami lakukan,” ujar Susanto.
(ril)





