Sanggau

PETI Menggila, Warga Meliau Kehilangan Air Bersih

badge-check

PETI Menggila, Warga Meliau Kehilangan Air Bersih Perbesar

Sanggau, ZONA Kalbar.id — Aliran sungai di Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, tak lagi sebening dulu. Air yang dahulu menjadi tumpuan hidup warga kini berubah keruh, menyisakan kegelisahan dan kemarahan yang dipendam masyarakat. Di balik perubahan itu, aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) diduga terus berlangsung tanpa henti.

Sedikitnya lima desa disebut menjadi titik aktivitas PETI, yakni Desa Rosan, Kembayau, Engadai, Pampang Dua, dan Baru Lombak. Mesin dompeng bekerja nyaris tanpa jeda, meninggalkan lumpur, limbah, dan kerusakan alam yang kian nyata dirasakan warga.

“Air sungai sudah sangat keruh hampir tidak dapat lagi dipakai. Untuk mandi dan masak saja kami ragu,” ujar seorang warga Meliau yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Selasa (6/1).

Masyarakat berharap aparat kepolisian tidak hanya hadir saat keluhan mencuat, tetapi benar-benar mengambil langkah tegas. Selain itu mereka meminta Kapolsek Meliau untuk segera menertibkan aktivitas PETI yang dinilai telah melampaui batas toleransi.

Di tengah situasi ini, gaung “perang terhadap PETI” yang selama ini disuarakan Kapolda Kalimantan Barat turut dipertanyakan. Masyarakat menilai realitas di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan komitmen tersebut.

sementara itu, pengamat hukum dan kebijakan publik Kalimantan Barat, Dr. Herman Hofi Munawar, menilai persoalan PETI tidak bisa lagi dipandang sebagai pelanggaran kecil.

“PETI itu kejahatan lingkungan. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, mulai dari pencemaran air hingga rusaknya ekosistem. Karena itu, penanganannya harus serius dan konsisten,” kata Herman.

Menurut dia, jika Polda Kalbar telah menyatakan perang terhadap PETI, maka seluruh jajaran di bawahnya, termasuk Polres dan Polsek, wajib menunjukkan sikap yang sejalan.

“Ketegasan aparat bukan semata soal penindakan, tapi juga soal kehadiran negara melindungi warganya. Jika dibiarkan, kepercayaan publik akan terus terkikis,” ujarnya.

Herman menegaskan, penegakan hukum yang tegas dan berkelanjutan menjadi satu-satunya jalan untuk menghentikan praktik PETI yang berulang di wilayah yang sama.

(Butun)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

HUT ke-67 Pemuda Pancasila, MPC Sanggau Perkuat Solidaritas Lewat Family Gathering

1 Nov 2026 - 14:16 WIB

HUT ke-67 Pemuda Pancasila, MPC Sanggau Perkuat Solidaritas Lewat Family Gathering

Kembayan Sosialisasikan Forum Anak Daerah, Siapkan Pengurus Baru untuk 2027

30 Okt 2026 - 21:55 WIB

Kembayan Sosialisasikan Forum Anak Daerah, Siapkan Pengurus Baru untuk 2027

Dua Kafe di Sekayam Jadi Sasaran Razia Narkoba

26 Okt 2026 - 09:20 WIB

Dua Kafe di Sekayam Jadi Sasaran Razia Narkoba

Kopi Saring Juara, Turnamen Mini Soccer Desa Hilir Cup 2026 Sukses Sedot Perhatian

25 Okt 2026 - 07:00 WIB

Kopi Saring Juara, Turnamen Mini Soccer Desa Hilir Cup 2026 Sukses Sedot Perhatian

Kebakaran Hebat di Tayan Hulu Rumah Ludes, 2 Warga Alami Luka Bakar

24 Okt 2026 - 04:40 WIB

Kebakaran Hebat di Tayan Hulu Rumah Ludes, 2 Warga Alami Luka Bakar
Trending di Sanggau