Menu MBG di SDN 08 Bunut Dikeluhkan Wali Murid, Hanya Telur, Tempe, Kurma dan Jeruk

Gambar Gravatar
IMG 20260309 113830
Oplus_131072

Sanggau, ZONA Kalbar.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 08 Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, menuai keluhan dari sejumlah wali murid. Mereka menilai menu yang diterima siswa belum mencerminkan standar gizi seimbang sebagaimana tujuan program pemerintah tersebut.

Seorang wali murid berinisial SPH mengatakan, anaknya yang bersekolah di SDN 08 Bunut sudah lebih dari sepekan menerima menu yang relatif sama setiap hari. Menu tersebut terdiri dari satu butir telur rebus, seiris tempe, beberapa butir kurma, dan satu buah jeruk yang rasanya cukup asam.

“Sudah lebih dari seminggu anak ini menerima menu yang sama. Isinya hanya telur rebus satu, tempe satu iris, kurma beberapa biji, dan jeruk yang rasanya asam,” kata SPH kepada wartawan, Senin (9/3/2026).

Ia menilai komposisi tersebut belum mencerminkan variasi makanan bergizi yang seharusnya menjadi tujuan program MBG. Program ini pada dasarnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi siswa melalui kombinasi karbohidrat, protein, sayur, dan buah dalam porsi yang seimbang.

SPH juga menyebutkan bahwa makanan tersebut diduga berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di sekitar kawasan Buntu, dekat Simpang Riam, tidak jauh dari wilayah tempat tinggalnya.

Keluhan serupa, menurutnya, juga mulai diperbincangkan di kalangan orang tua siswa lainnya. Mereka berharap pihak penyelenggara program dapat melakukan evaluasi terhadap kualitas dan variasi menu yang diberikan kepada para siswa.

Program MBG sendiri menjadi salah satu agenda pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus menekan angka stunting. Karena itu, para orang tua berharap pelaksanaan di lapangan benar-benar memperhatikan standar gizi, porsi, serta keberagaman menu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur SPPG maupun pihak sekolah terkait keluhan tersebut. Namun para wali murid berharap ada penjelasan sekaligus perbaikan menu agar tujuan program peningkatan gizi anak dapat tercapai secara optimal.

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik di Kalimantan Barat, Dr. Herman Hofi Munawar menilai pengawasan dalam pelaksanaan program pangan untuk siswa perlu dilakukan secara ketat. Transparansi mengenai standar menu, nilai gizi, serta proses distribusi dinilai penting agar program yang menyasar anak sekolah benar-benar memberi manfaat nyata.

Apalagi, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari tersalurnya makanan kepada siswa, tetapi juga dari kualitas nutrisi yang diterima anak setiap harinya.

(Butun)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Iklan ZONA Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *