Mempawah, ZONA Kalbar.id — Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat dan MTs Khairul Hikmah Mempawah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Gerakan Madrasah Cinta dan Berbudaya Lingkungan (Gema Cling), Minggu, 2 Agustus 2026. Kesepakatan tersebut menjadi dasar kolaborasi kedua lembaga dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan di lingkungan madrasah.
Ketua DPW LDII Kalimantan Barat, Susanto, mengatakan kerja sama itu merupakan tindak lanjut dari berbagai kegiatan kolaboratif yang telah dilakukan sebelumnya. Menurut dia, hasil pelaksanaan program Gema Cling di MTs Khairul Hikmah mendorong kedua pihak untuk memperkuat komitmen melalui perjanjian resmi.
“Dari hasil kolaborasi Gema Cling di MTs Khairul Hikmah, kami memandang perlu menindaklanjutinya dalam bentuk nota kesepahaman. Alhamdulillah, hari ini komitmen tersebut resmi kami tandatangani,” kata Susanto.
Sebagai organisasi dakwah, kata Susanto, LDII memandang sekolah sebagai ruang strategis untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Karena itu, penguatan pendidikan karakter yang berorientasi pada kepedulian terhadap lingkungan dinilai harus dimulai sejak usia sekolah.
Ia menambahkan, pembentukan sekolah berwawasan lingkungan atau Adiwiyata memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Menurut dia, LDII memiliki salah satu bidang pengabdian yang berfokus pada pelestarian lingkungan sehingga kerja sama dengan lembaga pendidikan menjadi bagian dari implementasi program tersebut.
“Memiliki karakter peduli lingkungan merupakan bagian dari implementasi ajaran Islam sebagai khalifah di bumi, yakni memakmurkan dan menjaga kelestarian lingkungan serta menghindari kerusakan. Dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan itu sejak dini,” ujarnya.
Susanto berharap program Gema Cling dapat menjadi langkah nyata dalam membangun peserta didik yang memiliki kepedulian, disiplin, dan tanggung jawab terhadap lingkungan melalui kebiasaan yang diterapkan di lingkungan madrasah.
Kepala MTs Khairul Hikmah Mempawah, M. Shirajudin, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia mengatakan pihak madrasah selama ini memiliki komitmen untuk mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan, meski masih menghadapi sejumlah keterbatasan.
“Guru dan yayasan memiliki keinginan yang kuat untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata, tetapi kami masih memiliki berbagai kekurangan. Kerja sama ini menjadi dukungan yang sangat berarti bagi madrasah,” kata Shirajudin.
Melalui perjanjian tersebut, kedua pihak akan melaksanakan berbagai program yang berfokus pada pembangunan karakter cinta lingkungan di sekolah. Kegiatan yang direncanakan meliputi pelatihan, sosialisasi, aksi penghijauan, pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga madrasah, hingga penguatan pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
LDII Kalimantan Barat dan MTs Khairul Hikmah berharap kolaborasi tersebut mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta berkontribusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
(ril)





