Mempawah, ZONA Kalbar.id — Pemadaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Mempawah belum berarti penanganan selesai. Kodim 1201/Mempawah bersama unsur terkait masih melakukan pembasahan dan pendinginan di sejumlah lokasi bekas kebakaran untuk mencegah bara kembali menjadi titik api.
Pendinginan menjadi tahap penting, terutama pada lahan gambut. Api yang sudah tidak terlihat di permukaan belum menjamin lahan sepenuhnya aman. Bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali menyala ketika kondisi lahan kering serta cuaca mendukung.
Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, Selasa (8/9/2026) mengatakan personel tidak langsung meninggalkan lokasi setelah api berhasil dipadamkan. Pembasahan dilakukan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap atau terindikasi menyimpan bara.
“Setelah api berhasil dipadamkan, kita tidak langsung meninggalkan lokasi. Kita tetap melakukan pembasahan dan pendinginan, khususnya pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap atau berpotensi menyimpan bara,” ujar Ali.
Menurut dia, air dialirkan ke area yang terbakar untuk menurunkan suhu tanah sekaligus memastikan bara tidak kembali berkembang menjadi api. Langkah tersebut dinilai penting karena sebagian wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut.
“Sebagian lokasi merupakan lahan gambut. Bara bisa berada di bawah permukaan dan tidak selalu terlihat. Kalau tidak dilakukan pendinginan secara maksimal, ada kemungkinan api kembali muncul,” katanya.
Ketersediaan air menjadi salah satu tantangan dalam proses pendinginan. Untuk mendukung penanganan karhutla, Kodim 1201/Mempawah juga berupaya menyediakan sumber air melalui pembuatan sumur bor di lokasi yang membutuhkan.
Sumber air tersebut dapat digunakan untuk mendukung pemadaman maupun pembasahan lahan setelah api berhasil dikendalikan.
Selain pendinginan, personel tetap melakukan pemantauan di lokasi bekas kebakaran. Asap, peningkatan suhu tanah, maupun tanda-tanda munculnya kembali api menjadi indikator yang diperhatikan untuk mengantisipasi kebakaran susulan.
Ali mengatakan penurunan jumlah hotspot dan fire spot di Kabupaten Mempawah belum menjadi alasan untuk menurunkan kewaspadaan.
“Situasi karhutla saat ini relatif terkendali dan hotspot maupun fire spot sudah mengalami penurunan. Tetapi kita tidak boleh lengah,” ujarnya.
Menurut dia, lahan kering dan kawasan bekas terbakar masih memiliki potensi menyimpan bara. Karena itu, kesiapsiagaan perlu dipertahankan meski kondisi karhutla mulai terkendali.
Kodim 1201/Mempawah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.
“Kita ingin memastikan bukan hanya apinya yang padam, tetapi lokasinya benar-benar aman dan tidak kembali terbakar. Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Ali.
(ril)





