MEMPAWAH, ZONA Kalbar — Tim Penyuluh Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI mengakhiri penugasan selama satu bulan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Selama bertugas, tim menjangkau 60 desa melalui enam pos penyuluhan.
Tim yang dipimpin Brigjen TNI Washington Simanjuntak itu berpamitan kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah Abdul Malik, yang mewakili Bupati Mempawah Erlina, serta Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini dan sejumlah unsur terkait.
Washington mengatakan penyuluhan dilakukan dengan pendekatan langsung kepada masyarakat. Selain menyampaikan imbauan, personel berdialog dengan pemerintah desa dan warga mengenai upaya mencegah kebakaran sebelum api muncul.
“Selama satu bulan kami telah bergerak bersama pemerintah daerah, TNI-Polri dan masyarakat untuk menyampaikan edukasi tentang pencegahan Karhutla,” kata Washington.
Menurut dia, pencegahan Karhutla tidak cukup dilakukan ketika kebakaran telah terjadi. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya titik api.
“Jangan menunggu api muncul baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai dari desa, dari masyarakat dan dari kepedulian kita bersama terhadap lingkungan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mempawah mengapresiasi penugasan tersebut. Sekda Abdul Malik mengatakan kehadiran tim Mabes TNI selama satu bulan memperkuat upaya pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan masyarakat dalam mencegah Karhutla.
“Selama satu bulan telah hadir dan memberikan edukasi kepada masyarakat di 60 desa. Kehadiran tim menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi pencegahan Karhutla di Kabupaten Mempawah,” kata Abdul Malik.
Ia mengatakan berakhirnya penugasan Tim Penyuluh Mabes TNI tidak berarti kegiatan pencegahan berhenti. Pemerintah daerah, TNI-Polri dan masyarakat diharapkan melanjutkan edukasi serta kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
25 Personel Lintas Matra
Tim Penyuluh Pencegahan Karhutla Mabes TNI terdiri atas 25 personel dari tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Selain Washington, sejumlah perwira yang tergabung dalam tim antara lain Brigjen TNI Felix Lumbantobing, Laksma I Komang Teguh Ardana, Brigjen TNI Deni Rezeki, Kolonel Ctp Joko Sriyono, Kolonel Tum M. Elang, Kolonel Sus Roni Purwanto, Kolonel Mar I Ginting, Letkol Mar Pardede, Kolonel Mar Nandang, Kolonel Mar Wisnu, serta Kolonel Laut (P) Ari Wibowo.
Personel lainnya terdiri atas Kolonel Mar Made, Kolonel Tek Fajar Rosyadi, Kolonel Pas Ryendra, Kapten Cpl Muhammad Nurhadi, Kapten Cpl Suherman, Kolonel Laut (P) Jarot Wibisono, Kolonel Laut (T) R. Nurachman Yusuf, Kapten Inf Joni Winarno, Kapten Cpl Dwi Surbakti, Kolonel Kav Haerus, Kolonel Inf Gufron, dan Kolonel Kum Ardiman Nur.
Seluruh personel dibagi ke dalam enam pos untuk menjangkau wilayah penyuluhan di Kabupaten Mempawah. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, dialog, dan komunikasi langsung dengan pemerintah desa serta masyarakat.
Setelah berpamitan pada Jumat, tim dijadwalkan kembali ke Pontianak pada Sabtu, 19 September 2026. Gelombang pertama selanjutnya direncanakan kembali ke Mabes TNI pada Senin, 21 September 2026.
Selama satu bulan, enam pos penyuluhan menyambangi 60 desa. Pesan yang dibawa sama: pencegahan Karhutla dimulai sebelum api muncul.
(ril)





