Breaking News

Pontianak

Dr. Herman Hofi: Pembangunan Harus Substantif, Bukan Seremonial

badge-check

Dr. Herman Hofi: Pembangunan Harus Substantif, Bukan Seremonial Perbesar

Pontianak, ZONA Kalbar.id – Pengamat hukum dan kebijakan publik, Dr. Herman Hofi Munawar, menyoroti kondisi ekonomi nasional dan daerah yang dinilainya sedang tidak dalam keadaan baik. Menurut dosen Fakultas Hukum Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak ini, kepala daerah perlu menyesuaikan strategi pengelolaan anggaran agar tetap efektif dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

“Negara sedang melakukan efisiensi anggaran. Karena itu, kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun wali kota, harus lebih bijak dalam menyusun kebijakan keuangan,” kata Herman, Jumat, 4 April 2025.

Ia menyoroti masih maraknya kegiatan seremonial yang menyedot anggaran, namun dinilai minim manfaat bagi pembangunan daerah. “Ada ketidakpuasan dari masyarakat Kalimantan Barat terhadap kegiatan-kegiatan seremoni yang dianggap tidak membawa dampak langsung bagi kesejahteraan warga. Ini harus segera dihentikan,” ujarnya.

Herman menekankan bahwa program pemerintah seharusnya mengedepankan substansi, bukan sekadar aspek administratif atau simbolis. Masyarakat, kata dia, merasa pemerintah lebih fokus pada hiburan dan perayaan daripada proyek-proyek infrastruktur, layanan publik, atau kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar mereka.

“Di tengah situasi ekonomi yang menuntut efisiensi, kepala daerah harus lebih sensitif terhadap penggunaan anggaran,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sensitivitas tersebut harus terwujud dalam bentuk kebijakan yang memprioritaskan kebutuhan mendasar masyarakat, bukan keinginan para pengambil kebijakan.

Menurut dia, anggaran daerah semestinya diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dasar, layanan kesehatan, pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penggunaan dana untuk kegiatan besar yang bersifat seremonial seperti festival, perlu dikaji ulang jika tidak memiliki dampak ekonomi yang signifikan.

Herman juga mengingatkan pentingnya mendengar aspirasi masyarakat. “Kepala daerah harus aktif menyerap keluhan dan kebutuhan warga. Di sisi lain, akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana publik perlu ditingkatkan secara konkret, bukan hanya jargon semata.”

Dengan pendekatan yang sensitif dan berorientasi pada kepentingan rakyat, kata Herman, kepala daerah dapat membangun kembali kepercayaan publik. “Kebijakan yang baik adalah kebijakan yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. (Butun)

Baca Juga: Pengamat Hukum Kecam Keterlambatan Pembayaran Proyek di Ketapang

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

DPRKP Pontianak Tiga Hari Salurkan Air Bersih, Volume Tembus 20 Ribu Liter

19 Sep 2026 - 11:38 WIB

DPRKP Pontianak Tiga Hari Salurkan Air Bersih, Volume Tembus 20 Ribu Liter

Persatuan Melayu Kalbar Siap Dilantik, Persiapan Dimatangkan

18 Sep 2026 - 17:34 WIB

Persatuan Melayu Kalbar Siap Dilantik, Persiapan Dimatangkan

Air PDAM Asin, Ponton Air Tawar Didatangkan ke Nipah Kuning

16 Sep 2026 - 18:53 WIB

Air PDAM Asin, Ponton Air Tawar Didatangkan ke Nipah Kuning

Sabu Hampir 2 Kilogram dan Uang Rp693 Juta Disita, Ini Pengungkapan Polda Kalbar

16 Sep 2026 - 13:37 WIB

Sabu Hampir 2 Kilogram dan Uang Rp693 Juta Disita, Ini Pengungkapan Polda Kalbar

Tim Ad Hoc IKAI Kalbar Dibentuk, Ini Harapan Muhammad Zulfikar

15 Sep 2026 - 12:01 WIB

Tim Ad Hoc IKAI Kalbar Dibentuk, Ini Harapan Muhammad Zulfikar
Trending di Pontianak