Breaking News

Pontianak

Air PDAM Asin, Ponton Air Tawar Didatangkan ke Nipah Kuning

badge-check

Air PDAM Asin, Ponton Air Tawar Didatangkan ke Nipah Kuning Perbesar

PONTIANAK , ZONA Kalbar— Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa menyiapkan sejumlah langkah darurat untuk menghadapi meningkatnya kadar garam air baku akibat kemarau panjang dan pengaruh pasang laut. Salah satunya dengan mendatangkan ponton berisi air tawar ke kawasan Nipah Kuning, Pontianak.

Kasi Humas Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Muhammad Firman, mengatakan kondisi air asin terjadi hampir di seluruh wilayah pelayanan, meski tingkat kadarnya berbeda-beda. Wilayah dengan kadar garam tertinggi, kata dia, berada di Kecamatan Pontianak Barat.

“Untuk air asin sebenarnya dialami seluruh wilayah, namun kadarnya berbeda-beda. Yang paling tinggi kadarnya berada di wilayah Kecamatan Pontianak Barat,” ujar Firman saat ditemui di kantor PDAM, Selasa, 15 September 2026.

Menurut Firman, ponton tersebut direncanakan merapat pada Selasa malam. Untuk sementara, baru satu ponton yang didatangkan karena mempertimbangkan jarak dan waktu pengisian air.

“Ponton yang sudah disampaikan oleh Pak Wali Kota nanti malam akan merapat. Untuk sementara baru satu, karena mempertimbangkan jarak dan waktu untuk memuat air. Insyaallah nanti malam sudah merapat di Nipah Kuning,” katanya.

Air tawar dari ponton itu akan digunakan untuk membantu menurunkan kadar garam pada air yang dialirkan melalui jaringan perpipaan.

Di tengah krisis air bersih, PDAM juga menyiapkan kebijakan diskon pembayaran sebesar 30 persen bagi pelanggan. Kebijakan tersebut direncanakan berlaku untuk periode September dan Oktober 2026.

“Sebagaimana telah disampaikan, diberikan diskon sebesar 30 persen. Ketentuan dan mekanismenya akan kami sampaikan lebih lanjut. Rencananya dihitung mulai bulan September dan Oktober,” ujar Firman.

PDAM juga terus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat dengan melibatkan pemerintah daerah, pemadam kebakaran, Polda Kalimantan Barat, organisasi, serta instansi terkait lainnya.

Menurut Firman, pendistribusian dilakukan berdasarkan jadwal dan titik yang telah ditentukan.

“Sudah dikerahkan seluruh instansi dan pemadam kebakaran, termasuk Polda. Semuanya kami koordinasikan untuk dijadwalkan pengantaran di titik-titik yang telah ditentukan,” katanya.

Keterbatasan armada tangki menjadi salah satu kendala utama dalam distribusi air bersih. Firman mengatakan proses pengolahan masih terpusat di kawasan Imam Bonjol sehingga membutuhkan dukungan armada tambahan.

“Kesulitan kami saat ini ialah jumlah armada. Karena pengolahan masih terpusat di Imam Bonjol, sehingga kami membutuhkan bantuan dan mengajak siapa pun yang memiliki armada tangki untuk ikut membantu,” ujarnya.

Saat ini, PDAM memiliki dua unit armada tangki dan satu unit fiber. Jumlah tersebut dinilai belum memadai untuk menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan air bersih.

Karena itu, PDAM menggandeng Damkar, Polda Kalbar, organisasi perangkat daerah, dan pihak lain untuk membantu pengangkutan serta distribusi air.

Untuk menjaga kualitas air, PDAM melakukan pengujian sebelum menarik air baku dari sumber di Penepat. Pengujian dilakukan untuk memastikan kadar garam air sesuai kebutuhan pengolahan.

“Jadi sebelum kami melakukan penarikan bahan baku dari Penepat, kami uji dulu kadarnya berapa. Setelah itu baru kami tarik ke sini,” kata Firman.

Air dari Penepat menjadi salah satu sumber yang diandalkan karena kadar garamnya lebih rendah dan relatif tawar.

PDAM juga menyiapkan mobil pompa berkapasitas masing-masing 250 liter per detik untuk membantu pengambilan air dari waduk apabila pipa penghisap tidak mencapai sumber air.

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa saat ini melayani sekitar 160.000 pelanggan aktif. Di tengah kondisi darurat, masyarakat dapat mengambil air bersih di titik yang telah disediakan.

Firman mengatakan terdapat dua titik pengambilan air, yakni untuk warga yang mengambil secara mandiri menggunakan jeriken dan untuk kendaraan tangki.

Pengambilan air dibuka mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB dengan pertimbangan keamanan. Untuk pengambilan menggunakan jeriken, masyarakat dibatasi maksimal tiga galon per orang.

PDAM juga mengingatkan warga agar air yang diperoleh tetap dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Firman mengatakan krisis air bersih tidak cukup ditangani melalui distribusi darurat. Pemerintah Kota Pontianak dan PDAM perlu menyiapkan infrastruktur cadangan air tawar untuk menghadapi kondisi serupa.

Sejumlah rencana yang disiapkan antara lain pembangunan dan peningkatan kapasitas tampungan air baku, termasuk rencana bendungan di wilayah Biyung dan perluasan kapasitas waduk.

“Jadi kita mencoba menciptakan penampungan-penampungan untuk cadangan air tawar ke depannya, termasuk kemungkinan penambahan kapasitas SWRO,” tuturnya.

Namun, pembangunan fasilitas pengolahan air berskala besar menggunakan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) membutuhkan investasi besar.

“Kalau untuk skala Kota Pontianak, kami sudah coba berhitung setidaknya membutuhkan sekitar Rp1 triliun lebih. Kalau kapasitasnya diharapkan langsung untuk satu Kota Pontianak, saat ini saya rasa belum bisa dipenuhi. Masih membutuhkan waktu,” ujar Firman.

Ia menegaskan PDAM bersama Pemerintah Kota Pontianak akan terus mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, baik melalui langkah darurat maupun pembangunan infrastruktur jangka panjang.

“Pastinya PDAM dan Pemerintah Kota Pontianak akan berupaya mencarikan solusi,” katanya.

(ril)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sabu Hampir 2 Kilogram dan Uang Rp693 Juta Disita, Ini Pengungkapan Polda Kalbar

16 Sep 2026 - 13:37 WIB

Sabu Hampir 2 Kilogram dan Uang Rp693 Juta Disita, Ini Pengungkapan Polda Kalbar

Tim Ad Hoc IKAI Kalbar Dibentuk, Ini Harapan Muhammad Zulfikar

15 Sep 2026 - 12:01 WIB

Tim Ad Hoc IKAI Kalbar Dibentuk, Ini Harapan Muhammad Zulfikar

Sespimti Polri Gelar Aksi Sosial, Pesan Stop Pembakaran Hutan Menggema

11 Sep 2026 - 19:36 WIB

Sespimti Polri Gelar Aksi Sosial, Pesan Stop Pembakaran Hutan Menggema

Peduli Warga, Polresta Pontianak Bagikan Air Bersih Siap Konsumsi

7 Sep 2026 - 09:24 WIB

Peduli Warga, Polresta Pontianak Bagikan Air Bersih Siap Konsumsi

Ngopi Bareng Wartawan, Kajati Kalbar Tegaskan 7 Perintah Jaksa Agung

3 Sep 2026 - 17:46 WIB

Ngopi Bareng Wartawan, Kajati Kalbar Tegaskan 7 Perintah Jaksa Agung
Trending di Pontianak