Breaking News

Sanggau

Demo di Polres Sanggau, Massa Ultimatum Polisi 3 Hari

badge-check

Demo di Polres Sanggau, Massa Ultimatum Polisi 3 Hari Perbesar

Sanggau, ZONA Kalbar.id – Ratusan warga menggelar aksi demonstrasi di Markas Kepolisian Resor (Polres) Sanggau, Kalimantan Barat, Senin, 4 Mei 2026. Mereka menuntut pembebasan dua warga Semanget yang ditahan atas dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa izin di wilayah perbatasan Entikong.

Massa tiba sekitar pukul 12.00 WIB dengan menggunakan sekitar sepuluh kendaraan. Setibanya di lokasi, mereka menyampaikan tuntutan agar kepolisian segera membebaskan dua warga yang telah ditahan selama sepekan terakhir.

Polres Sanggau menerima lima perwakilan demonstran untuk melakukan mediasi. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono dan dihadiri Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki serta Ketua Komisi III DPRD Sanggau Yeremias Marselius.

Dalam mediasi itu, pihak kepolisian meminta waktu untuk mengambil keputusan terkait status penahanan kedua warga tersebut. Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono menyatakan bahwa kasus tersebut merupakan bagian dari operasi yang melibatkan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.

“Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi Polda, sehingga kami perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kapolda. Kami meminta waktu tiga hari untuk memastikan kelanjutan penanganan perkara ini,” ujar Sudarsono di hadapan massa aksi.

Hasil mediasi kemudian disampaikan langsung kepada para demonstran. Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki meminta massa memberikan waktu sesuai kesepakatan yang telah dicapai.

Menurut Hengki, keputusan pembebasan kedua warga tersebut tidak dapat diambil di tingkat kabupaten dan harus melalui persetujuan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Ia juga menyatakan keprihatinannya atas kasus tersebut.

Hengki menyoroti pentingnya kejelasan regulasi terkait pertambangan rakyat. Ia berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan izin melalui skema Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) maupun Izin Pertambangan Rakyat (IPR), agar masyarakat tidak berhadapan dengan hukum saat mencari penghidupan.

“Kewenangan pemberian izin tambang ada di pemerintah pusat. Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menerbitkan izin tersebut,” kata Hengki.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil koordinasi yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, perwakilan demonstran menyatakan akan menghormati hasil mediasi, namun memberi batas waktu yang telah disepakati. Mereka mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar jika tuntutan tidak dipenuhi.

“Jika dalam tiga hari rekan kami belum dibebaskan, kami akan melakukan aksi yang lebih besar, termasuk memblokade jalan di wilayah perbatasan Entikong,” ujar salah satu perwakilan massa.

(Butun)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Peredaran Narkoba di Entikong Kembali Terbongkar, Polisi Amankan Seorang Pria

6 Agu 2026 - 09:24 WIB

Peredaran Narkoba di Entikong Kembali Terbongkar, Polisi Amankan Seorang Pria

Kapolsek Kembayan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Semayang

4 Agu 2026 - 18:17 WIB

Kapolsek Kembayan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Semayang

Mobil Terios Terbalik di Beduai, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya

4 Agu 2026 - 05:19 WIB

Mobil Terios Terbalik di Beduai, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya

Polsek Sekayam Fasilitasi Mediasi, Konflik Warga Berakhir Damai

4 Agu 2026 - 05:02 WIB

Polsek Sekayam Fasilitasi Mediasi, Konflik Warga Berakhir Damai

Musda Golkar Sanggau 2026 Semua Kader Punya Peluang Jadi Ketua

3 Agu 2026 - 11:08 WIB

Musda Golkar Sanggau 2026 Semua Kader Punya Peluang Jadi Ketua
Trending di Sanggau

📱 Install ZONA Kalbar

Pasang aplikasi agar berita lebih cepat diakses.