SANGGAU, ZONA Kalbar.id — Pemerintah Kabupaten Sanggau mencatat tidak ada titik panas atau hotspot di wilayahnya pada hari ini. Kondisi tersebut menjadi perkembangan positif di tengah upaya pemerintah daerah bersama sejumlah unsur terkait mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, mengatakan berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah hotspot di Kabupaten Sanggau tercatat nol.
“Hotspot hari ini tercatat nol,” kata Susana, seperti dikutip dari RRI, Jumat, 18 September 2026.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan perkembangan penanganan karhutla di Sanggau. Meski demikian, pemerintah daerah tetap perlu mempertahankan kewaspadaan karena potensi kebakaran masih dapat muncul, terutama ketika kondisi cuaca kembali panas dan kering.
Pemkab Sanggau sebelumnya telah memperkuat koordinasi penanganan karhutla melalui Satgas Penanggulangan Bencana Karhutla. Satgas juga menerapkan mekanisme satu data hotspot dengan menggabungkan informasi dari sejumlah sumber pemantauan sebelum titik panas ditetapkan sebagai hotspot terkonfirmasi.
Data pemantauan tersebut antara lain berasal dari BRIN dan BMKG, aplikasi Lancang Kuning milik Polri, serta Sipongi dari Kementerian Kehutanan. Setiap informasi hotspot kemudian diverifikasi di lapangan.
Catatan nihilnya hotspot ini menjadi momentum bagi Pemkab Sanggau untuk terus memperkuat langkah pencegahan. Pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mendorong deteksi dini dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah munculnya titik api.
Sebelumnya, Sanggau sempat menghadapi peningkatan hotspot yang cukup signifikan sepanjang Agustus 2026. Karena itu, kondisi hotspot yang kini tercatat nol belum berarti ancaman karhutla sepenuhnya berakhir.
Pemkab Sanggau bersama Satgas Karhutla tetap dituntut menjaga kesiapsiagaan hingga potensi kebakaran hutan dan lahan benar-benar dapat ditekan.
(Butun)





