SANGGAU, ZONA Kalbar — Pemerintah Kabupaten Sanggau menyiapkan kajian dan analisis untuk mendorong pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) sebagai salah satu upaya menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena mengatakan langkah tersebut akan menjadi tindak lanjut dari penyuluhan yang dilakukan Tim Penyuluh Pencegahan Karhutla Mabes TNI di sejumlah wilayah Kabupaten Sanggau.
“Kami berharap tidak ada lagi peladang di Kabupaten Sanggau membuka lahan dengan cara membakar, tetapi membuka lahan tanpa bakar,” kata Susana saat menerima Tim Penyuluh Mabes TNI di Ruang Daranante, Jumat, 18 September 2026.
Menurut Susana, pemerintah daerah akan memanfaatkan hasil penyuluhan dan temuan di lapangan sebagai bahan kajian. Pemerintah Kabupaten Sanggau berharap penerapan PLTB dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi potensi munculnya titik panas.
“Memang tidak mudah. Nanti hasil penyuluhan tim akan dibuatkan kajian dan analisa agar pembukaan lahan tanpa bakar bisa diterapkan dalam rangka menekan titik hotspot di Bumi Daranante,” ujarnya.
Tim Penyuluh Mabes TNI yang dipimpin Brigadir Jenderal TNI Eri Nasuhi sebelumnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat di berbagai wilayah Sanggau.
Eri mengatakan lebih dari 70 persen sasaran penyuluhan telah mendapatkan pemahaman mengenai pencegahan karhutla. Jumlah tersebut mencakup sekitar 6.400 peladang yang tersebar di 163 desa dan enam kelurahan.
“Jadi sampai ujung-ujung kampung juga sudah kita datangi,” kata Eri.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya karhutla, tim juga memperkenalkan konsep pembukaan lahan tanpa bakar kepada masyarakat. Berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada warga yang ditemui, sekitar 78 persen responden menyatakan mendukung PLTB.
Eri mengatakan perubahan kebiasaan membuka lahan tidak dapat dilakukan secara instan. Karena itu, diperlukan proses penyuluhan dan pendampingan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki alternatif selain membakar ketika membuka lahan.
Ia optimistis upaya tersebut dapat berkontribusi terhadap penurunan titik panas di Sanggau pada tahun mendatang.
Sementara itu, Susana mengapresiasi kerja Tim Penyuluh Mabes TNI selama berada di Sanggau. Menurut dia, kegiatan penyuluhan memberikan dampak terhadap upaya pemerintah daerah mengendalikan karhutla.
Susana mengatakan berdasarkan pantauan pemerintah daerah, jumlah titik panas di Sanggau terus menurun dan pada Jumat, 18 September 2026, tercatat nol titik panas.
“Pantauan kami Tim Karhutla Mabes TNI sudah bekerja dengan sangat maksimal meskipun dengan waktu yang singkat dan pengaruhnya sangat luar biasa. Titik hotspot di Kabupaten Sanggau berkurang terus sampai hari ini tercatat nol,” ujar Susana.
Pemkab Sanggau selanjutnya akan mengkaji hasil penyuluhan tersebut untuk menentukan langkah yang dapat diterapkan di lapangan. Pendekatan tanpa bakar diharapkan tidak hanya menjadi materi sosialisasi, tetapi dapat diterapkan sebagai pola pembukaan lahan oleh masyarakat.
Dengan demikian, pencegahan karhutla di Sanggau tidak berhenti pada penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi diarahkan pada perubahan praktik pembukaan lahan dan pencegahan sejak dari tingkat masyarakat.
(Butun)





