Sanggau, ZONA Kalbar.id — Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Sanggau digelar di Aula Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Sanggau, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Senin, 24 Agustus 2026.
Forum tersebut menghasilkan Timotius Yance sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sanggau untuk periode kepengurusan mendatang. Ia terpilih setelah bersaing dengan dua kandidat lain dalam proses pemilihan di forum Musda.
Musda XI menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah kepemimpinan Golkar Kabupaten Sanggau. Proses pemilihan berlangsung dengan mengacu pada mekanisme internal partai.
Musda dibuka oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat, Fransiskus Ason. Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Barat, Ichfany, S.T., kemudian memberikan arahan kepada peserta Musda. Hadir pula anggota DPR RI dari Partai Golkar, Asia Sidot.
Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, Ichfany mengatakan Musda tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk memperkuat konsolidasi dan soliditas kader Golkar di Kabupaten Sanggau.
Ia meminta jajaran pengurus dan kader menjaga kekompakan serta memperkuat koordinasi hingga tingkat bawah. Menurut dia, seluruh aktivitas organisasi harus dijalankan sesuai aturan dan mekanisme partai.
Ichfany juga mendorong kader Golkar lebih aktif berada di tengah masyarakat. Kader, kata dia, perlu mendengar aspirasi warga dan menerjemahkannya dalam bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Susana Herpena yang mewakili Bupati Sanggau mengapresiasi pelaksanaan Musda XI. Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat sinergi antara partai politik, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sanggau.
Asia Sidot turut memberikan penguatan kepada para kader. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan memperkuat peran Partai Golkar dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Terpilihnya Timotius Yance menjadi babak baru bagi Golkar Kabupaten Sanggau. Kepengurusan baru dituntut mampu merangkul seluruh kader, termasuk mereka yang sebelumnya menjadi kandidat dalam kontestasi ketua.
Upaya merawat soliditas internal menjadi pekerjaan penting setelah Musda. Konsolidasi di seluruh tingkatan organisasi juga diharapkan segera dilakukan agar program partai dapat berjalan efektif.
Musda XI sekaligus menjadi forum evaluasi dan penyusunan strategi organisasi menghadapi agenda politik dan pembangunan ke depan. Dengan kepemimpinan baru, Golkar Kabupaten Sanggau diharapkan mampu memperkuat perannya dalam menyerap aspirasi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
(Butun)





