Pontianak, ZONA Kalbar.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) ke-2 dan HUT KLTV Indonesia ke-6 di Kalimantan Barat diwarnai pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AKPERSI se-Kalimantan Barat serta pemberian santunan kepada ratusan anak yatim.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan organisasi. Momentum itu dimanfaatkan AKPERSI untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kapasitas wartawan, sekaligus menegaskan komitmen terhadap profesionalisme dan etika jurnalistik.
Ketua DPD AKPERSI Kalimantan Barat, Syafarahman, mengatakan organisasi akan terus memperjuangkan hak-hak wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Menurut dia, perlindungan terhadap kerja pers tetap harus dilakukan dengan mengacu pada ketentuan hukum dan kode etik jurnalistik.
“AKPERSI akan selalu hadir dan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan serta membela hak-hak jurnalistik,” kata Syafarahman, Selasa (25/8/2026).
Selain agenda organisasi, pemberian santunan kepada anak yatim menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian. Syafarahman terlihat emosional saat menyaksikan kehadiran ratusan anak yatim dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan kepedulian sosial semestinya menjadi bagian dari karakter insan pers. Wartawan, kata dia, tidak hanya dituntut menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
Syafarahman meminta jajaran AKPERSI di Kalimantan Barat tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
Ketua Umum AKPERSI, Rino Triyono mengatakan kegiatan sosial akan terus menjadi bagian dari agenda organisasi di berbagai daerah.
Menurut Rino, penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi wartawan. Ia ingin AKPERSI menjadi wadah yang mendorong lahirnya insan pers yang memiliki kemampuan jurnalistik sekaligus memahami etika profesi.
“AKPERSI akan terus menjadi garda terdepan untuk menjadikan setiap insan pers yang tergabung di AKPERSI sebagai wartawan yang cerdas dan beretika,” ujar Rino.
Ia mengatakan peningkatan kapasitas dilakukan melalui berbagai pelatihan, mulai dari teknik penulisan berita, pemahaman dasar jurnalistik hingga investigasi.
Bagi Rino, kemampuan wartawan tidak berhenti pada menyampaikan informasi. Wartawan juga harus mampu memperoleh, memverifikasi, mengolah, dan menyajikan informasi berdasarkan prinsip jurnalistik.
Dalam kegiatan tersebut, Rino juga menyampaikan rencana AKPERSI melakukan study banding ke Malaysia pada September mendatang.
Agenda itu ditujukan untuk memperluas wawasan dan pengalaman wartawan, sekaligus mempelajari praktik jurnalistik di luar negeri. Rino menyebut komunikasi terkait pengembangan kapasitas jurnalistik juga telah dilakukan dengan sejumlah pihak di berbagai negara.
“Ini bagian dari upaya kita untuk terus belajar, membuka wawasan, dan meningkatkan kualitas insan pers,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Polda Kalimantan Barat, Kodam Kalimantan Barat, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi, insan pers dari berbagai media, serta ratusan anak yatim.
Pelantikan DPC AKPERSI se-Kalimantan Barat menjadi salah satu agenda utama. Struktur organisasi di tingkat cabang diharapkan memperkuat keberadaan AKPERSI sekaligus memperluas kontribusinya di tengah masyarakat.
Peringatan HUT AKPERSI ke-2 dan HUT KLTV ke-6 akhirnya tidak berhenti pada seremoni ulang tahun. Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus penegasan tiga agenda utama: menjaga profesionalisme pers, meningkatkan kompetensi wartawan, dan memperkuat kepedulian sosial.
Bagi AKPERSI, wartawan dituntut tidak hanya bersuara ketika menemukan persoalan publik, tetapi juga mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan kepedulian.
(ril)





