Ketapang, ZONA Kalbar.id — Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Singkup, Kabupaten Ketapang, menggelar pengajian sarimbit di Masjid Al Mubarokah, Desa Sukaraja, Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti puluhan pasangan suami istri itu menjadi bagian dari upaya memperkuat keharmonisan dan ketahanan keluarga.
Ketua PC LDII Kecamatan Singkup, Zogi Hermawan, mengatakan pengajian sarimbit dirancang sebagai ruang bagi pasangan untuk belajar agama sekaligus memperkuat komunikasi dan kebersamaan dalam rumah tangga.
“Pengajian sarimbit menjadi ikhtiar agar rasa cinta dan kasih sayang dalam keluarga tetap terjaga dan tumbuh, sehingga menjadi keluarga yang harmonis,” kata Zogi.
Menurut dia, peserta diwajibkan hadir bersama pasangan, termasuk membawa anak-anak. Konsep tersebut diharapkan membuat pembinaan keluarga tidak hanya menjadi tanggung jawab salah satu pihak, melainkan dilakukan secara bersama-sama.
Zogi menilai persoalan rumah tangga yang berujung pada perceraian tidak selalu bermula dari masalah besar. Kurangnya komunikasi, saling memahami, dan kemampuan menyelesaikan persoalan secara bersama dapat menjadi pemicu keretakan hubungan.
“Pengajian sarimbit menjadi salah satu sarana pembinaan keluarga yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman agama, tetapi juga membangun komunikasi, kebersamaan, dan saling pengertian antara suami dan istri,” ujarnya.
Ia mengatakan keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak. Karena itu, keharmonisan rumah tangga perlu dirawat melalui komunikasi, keteladanan, serta penguatan nilai-nilai agama.
“Pengajian sarimbit ini menjadi ruang bagi suami dan istri untuk belajar bersama. Harapannya, pasangan tidak hanya semakin memahami ilmu agama, tetapi juga semakin kompak dalam menjalankan peran masing-masing di dalam keluarga,” kata Zogi.
Tantangan keluarga, kata dia, juga semakin kompleks seiring perkembangan teknologi. Penggunaan gawai dan media sosial dinilai dapat memengaruhi kualitas interaksi antaranggota keluarga jika tidak disikapi secara bijak.
“Ketika suami dan istri memiliki visi yang sama, komunikasi yang baik, dan saling menguatkan dalam kebaikan, insyaallah keluarga akan menjadi tempat yang nyaman bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Pengajian diawali dengan kajian tafsir Al-Qur’an yang disampaikan Ustaz Zuyyin Miftahul Aziz. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan renungan oleh Sofia Hidayani dan ditutup tausiah oleh H. Fauzan.
Dalam tausiah tersebut, keluarga LDII diajak membangun kebiasaan positif di lingkungan rumah, antara lain saling menghormati, menjaga komunikasi, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta meningkatkan ibadah bersama.
Fauzan mengatakan ketahanan keluarga perlu diperkuat karena keluarga menjadi fondasi dalam membentuk karakter generasi berikutnya.
“Dari keluarga yang harmonis akan lahir generasi yang memiliki karakter baik. Karena itu, membangun keluarga bukan hanya tanggung jawab suami atau istri, tetapi merupakan ikhtiar bersama,” kata Fauzan.
(ril)






1 Komentar
Alhamdulillah PC LDII kecamatan singkup bisa melaksanakan kegiatan pengajian sarimbit demi terciptanya keluarga yang sakinah mawadah warohmah