Ketapang, ZONA Kalbar.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Ketapang melalui Kelompok Kerja Penggerak Pembina Generus (Pokja PPG) menggelar talkshow bertajuk “Memilih Pasangan Antara Kriteria Sunnah dan Realita” di Aula Sekretariat LDII Ketapang, Minggu, 21 Juni 2026.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Keakraban Usia Mandiri (Usman) tersebut diikuti generasi penerus (Generus) LDII Ketapang. Acara itu bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya memilih pasangan hidup berdasarkan nilai-nilai agama sekaligus mempertimbangkan realitas kehidupan modern.
Ketua DPD LDII Ketapang, Tunggono, mengatakan edukasi mengenai pernikahan perlu diberikan sejak dini agar generasi muda memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki jenjang rumah tangga.
“Acara ini merupakan upaya memberikan edukasi tentang cara memilih pasangan sesuai tuntutan agama dengan tetap melihat realita kehidupan yang terus berkembang seiring kemajuan zaman,” kata Tunggono dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin, 22 Juni 2026.
Menurut dia, membangun rumah tangga tidak hanya membutuhkan perasaan cinta, tetapi juga kesiapan mental dan tanggung jawab yang matang. Karena itu, pembekalan mengenai kehidupan pernikahan dinilai penting bagi generasi muda yang berencana menikah.
“Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua individu, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental dan pemahaman yang baik agar mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan bijak,” ujarnya.
Dalam talkshow tersebut, Sekretaris DPD LDII Ketapang, Hajisin, yang menjadi salah satu narasumber menekankan bahwa pemilihan pasangan perlu didasarkan pada pertimbangan yang lebih luas daripada sekadar perasaan.
Menurut dia, kualitas agama, akhlak, serta kesamaan visi hidup merupakan faktor penting untuk membangun keluarga yang harmonis dan berkelanjutan.
“Cinta memang penting dalam sebuah hubungan, tetapi tidak cukup menjadi satu-satunya landasan. Kualitas agama, akhlak, dan kesamaan visi hidup menjadi faktor penting untuk membangun keluarga yang harmonis dan langgeng,” kata Hajisin.
Narasumber lainnya, Susiati dari Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) LDII Ketapang, mengatakan keseimbangan antara pemahaman nilai-nilai sunnah dan kemampuan menghadapi realitas kehidupan menjadi modal penting dalam membangun keluarga.
Ia berharap generasi muda dapat menentukan pilihan pasangan secara tepat sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Selain pemaparan materi, peserta juga diberi kesempatan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari pencarian jodoh di era digital, menjaga pergaulan sesuai syariat, hingga persiapan menuju pernikahan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan dan pengalaman yang dibagikan menunjukkan tingginya perhatian generasi muda terhadap isu pernikahan serta upaya membangun keluarga yang berkualitas.
(ril)
