Polda Kalbar Terapkan Evidence-Based Planning Hadapi Tantangan Era VUCA

Gambar Gravatar
IMG 20251202 WA0022 scaled

Kubu Raya, ZONA Kalbar.id – Polda Kalimantan Barat mulai memperkuat sistem perencanaan berbasis data dan teknologi sebagai langkah strategis menghadapi tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) serta perkembangan pesat kecerdasan buatan. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan fondasi organisasi Polri dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Langkah tersebut ditandai dengan penyelenggaraan kegiatan Penguatan Bidang Perencanaan Tahun Anggaran 2025 di Hotel Alimore, Kubu Raya, Selasa, 2 Desember 2025. Kegiatan dibuka Wakil Kepala Polda Kalbar Brigadir Jenderal Polisi Roma Hutajulu dan dihadiri Pejabat Utama Polda, para Wadir, Kabag, Kasubbid, hingga operator perencanaan. Para Waka Polres dan Polresta juga mengikuti acara secara daring.

Roma menyebut tahun 2025 sebagai fase awal penguatan tata kelola organisasi Polri untuk lima tahun ke depan. Karena itu, menurut dia, perencanaan harus ditempatkan sebagai fondasi dalam siklus manajemen.

“Tahun 2025 adalah momentum krusial. Perencanaan bukan sekadar administrasi, melainkan dasar yang menentukan arah pelaksanaan tugas,” ujar Roma.

Ia menegaskan Polri tidak lagi bisa mengandalkan pola kerja konvensional. Tantangan keamanan yang semakin kompleks menuntut pendekatan yang adaptif, presisi, dan berbasis data.

“Saya menekankan pentingnya evidence-based planning. Dokumen seperti Renstra, Renja, hingga RKT harus disusun dengan akurasi dan akuntabilitas tinggi untuk mewujudkan Polri yang Presisi,” kata dia.

Roma juga menyampaikan lima sasaran strategis Polda Kalbar: pemeliharaan Kamtibmas yang prediktif, penegakan hukum humanis dan berkeadilan, penguatan kualitas SDM, modernisasi infrastruktur, serta tata kelola yang bersih dan transparan.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Bayu Suseno menegaskan bahwa setiap program dan anggaran harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Setiap rupiah anggaran negara harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya. “Pengawasan dan perencanaan yang matang diperlukan agar tidak terjadi inefisiensi.”

Bayu berharap kegiatan ini dapat menyelaraskan visi seluruh jajaran Polda dan Polres, terutama dalam penyusunan kebutuhan anggaran yang lebih rasional dan antisipatif terhadap dinamika keamanan di masa depan.

“Dengan perencanaan yang solid, kami optimistis dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan transparan kepada masyarakat Kalimantan Barat,” ucap Bayu. (ril)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Iklan ZONA Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *