Kasus Kecil Ngebut, Laporan Besar Mandek, Warga Sambas Kritik Kejari

Gambar Gravatar
IMG 20251213 WA0002

Sambas, ZONA Kalbar.id — Kejaksaan Negeri Sambas memanfaatkan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 untuk memaparkan capaian penanganan perkara tindak pidana korupsi. Di bawah kepemimpinan Kepala Kejari Sambas, Sulasman, institusi penegak hukum itu menegaskan komitmen memperkuat pemberantasan korupsi dan meningkatkan transparansi penegakan hukum di wilayahnya.

Namun, di balik seremoni dan rilis capaian tersebut, muncul nada sumbang dari warga. Sejumlah pelapor dugaan penyelewengan anggaran justru mengaku kecewa karena laporan yang mereka sampaikan belum menunjukkan perkembangan berarti.

Seorang warga Sambas yang pernah melaporkan dugaan penyelewengan APBD dan meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan kekecewaannya, Jumat, 12 Desember 2025. Ia menilai peringatan Hari Antikorupsi semestinya menjadi momentum pembuktian keseriusan penegakan hukum, bukan sekadar etalase prestasi.

“Kami mengapresiasi ada kasus yang ditangani cepat. Kasus tawas di PDAM Tirta Muara Ulakan, misalnya, bisa dikejar dengan serius,” ujarnya. “Tapi laporan dugaan penyelewengan APBD yang kami sampaikan lebih dari tiga bulan lalu sampai sekarang tak ada kabar. Tidak ada penjelasan, tidak ada progres.” ungkapnya.

Menurut dia, situasi tersebut memunculkan kesan bahwa penanganan perkara belum sepenuhnya konsisten. Ia mempertanyakan mengapa laporan yang dinilai berdampak besar justru terkesan berjalan di tempat.

“Kalau Hari Antikorupsi dijadikan ajang menyampaikan keberhasilan, seharusnya juga ada kejelasan soal laporan masyarakat. Jangan sampai yang cepat hanya perkara kecil, sementara dugaan kasus besar yang melibatkan pihak-pihak berpengaruh justru seperti hilang arah,” katanya.

Ia menambahkan, warga tidak menuntut perlakuan istimewa, melainkan kepastian hukum yang setara. Menurutnya, publik ingin melihat kerja nyata Kejari Sambas tidak hanya di ruang konferensi pers, tetapi juga dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang transparan.

“Kami tidak menuduh apa pun. Kami hanya ingin keadilan ditegakkan dengan ukuran yang sama. Kalau kasus kecil bisa diproses cepat, masa laporan yang lebih besar harus menunggu entah sampai kapan,” ujarnya.

Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Sambas tahun ini pun meninggalkan dua wajah yang kontras, satu sisi menampilkan institusi penegak hukum dengan deretan capaian, sementara di sisi lain, masyarakat masih menunggu kepastian atas laporan yang mereka titipkan atas nama pemberantasan korupsi.

(Dw)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Iklan ZONA Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *