Sanggau, ZONA Kalbar.id — Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Kesehatan memperkuat layanan kesehatan masyarakat dengan mengakselerasi transformasi Posyandu menjadi pos pelayanan primer yang lebih aktif dan responsif terhadap kebutuhan warga di seluruh siklus usia.
Saat ini, terdapat 671 Posyandu balita, 156 Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) untuk usia produktif, 84 Posyandu remaja, serta 379 Posyandu lansia yang tersebar di 15 kecamatan. Melalui jaringan layanan kesehatan berbasis komunitas tersebut, Dinas Kesehatan menargetkan peningkatan kualitas serta cakupan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Transformasi ini sejalan dengan agenda RPJMN 2025–2029 yang menargetkan 75 persen Posyandu aktif sebagai ujung tombak upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta pencegahan penyakit secara menyeluruh.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sanggau, Stepanus Jonedi menyampaikan bahwa penguatan sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut. “Kami telah membentuk Tim Pembina Posyandu dengan enam bidang strategis untuk memastikan pembinaan berjalan terarah dan merata hingga tingkat desa,” kata Stepanus, Selasa (2/12).
Menurut dia, keterlibatan masyarakat melalui kader kesehatan menjadi fondasi penting dalam transformasi ini. Saat ini, lebih dari 2.300 kader aktif terlibat dalam edukasi, pemantauan kesehatan, hingga pendampingan keluarga berisiko kesehatan. “Kami ingin layanan kesehatan tidak hanya menunggu di fasilitas, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat. Dengan begitu, deteksi dini dan pencegahan dapat lebih optimal,” ujarnya.
Dinas Kesehatan memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, hingga desa terus diperkuat agar transformasi sistem kesehatan berjalan cepat dan berkelanjutan. Pemerintah daerah berharap, dengan Posyandu yang semakin aktif, derajat kesehatan masyarakat Sanggau dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. (Butun)
