Putus Rantai Ekonomi Akibat Banjir, Warga Nekat Minta Uang ke Pengendara di Jalan Malindo Kembayan

Gambar Gravatar

Sanggau, ZONA Kalbar.id – Sebuah video yang memperlihatkan warga meminta uang dari pengendara di Jalan Raya Malindo, Dusun Serambai, Desa Tanjung Merpati, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, viral di media sosial. Aksi ini disebut sebagai bentuk pemalakan, namun di baliknya ada realitas sulit yang dihadapi masyarakat setempat akibat terputusnya jalur ekonomi akibat banjir.

Video yang pertama kali diunggah di akun Reel Facebook bernama U UI pada Sabtu, 1 Februari 2025, memperlihatkan sejumlah orang menghentikan kendaraan yang melintas dan meminta uang kepada pengemudi. Kepolisian yang mengetahui kejadian tersebut segera bertindak.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Kembayan, AKP Efendy, SH, mengonfirmasi bahwa tiga orang telah diamankan, yakni AP (40), SE (42), dan HS (31). Mereka diduga menghentikan kendaraan dan meminta uang kepada para pengemudi yang melintas di kawasan banjir tersebut.

Menurut Kapolsek, peristiwa itu terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, ketika petugas tengah mengamankan arus lalu lintas di jalur yang terendam banjir. Pada pukul 13.00 WIB, Kapolsek yang berada di lokasi melihat Bus Kristoforus, yang melayani rute Singkawang-Entikong, dihentikan oleh para pelaku. Salah satu dari mereka membuka pintu bus dengan kasar, sebelum menutupnya kembali.

Polisi sempat menegur mereka untuk tidak bertindak kasar, namun setelah aparat meninggalkan lokasi, mereka kembali melakukan aksinya dengan menghentikan kendaraan lain dan meminta uang secara paksa. Kejadian ini terekam dan menyebar luas di media sosial.

Dalam pemeriksaan, para pelaku mengaku aksi tersebut dilakukan karena kesulitan ekonomi akibat banjir yang melumpuhkan akses mereka. Mereka meminta uang dengan dalih membantu kendaraan melintas di jalan yang tergenang.

Dari keterangan yang dihimpun, kelompok ini berjumlah sekitar sepuluh orang. Mereka menghentikan sekitar sepuluh kendaraan dan mengumpulkan uang sebesar Rp1.351.000. Sebagian uang telah digunakan untuk membeli makanan dan kebutuhan lain, sementara sisanya diamankan sebagai barang bukti.

“Uang itu mereka gunakan untuk membeli nasi bungkus, air mineral, kopi, dan rokok,” kata Kapolsek.

Berdasarkan kesaksian, pelaku SE bahkan meminta uang kepada sopir bus dengan nada tinggi setelah sebelumnya hanya diberi dua batang rokok. “Masak dikasih rokok dua batang, minta uang seratus ribu,” ujarnya dalam rekaman yang beredar.

Malam harinya, Kapolres Sanggau, AKBP Suparno Agus Candra Kusumah, S.H., S.I.K., didampingi Wakapolres, Kompol Yafet Efraim Patabang, serta Kasat Intelkam Polres Sanggau, AKP Suhartoto, menggelar pertemuan dengan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Kembayan, Thomas, S.Pd.

Dalam pertemuan itu, DAD menyatakan dukungan terhadap langkah hukum yang diambil kepolisian untuk menindak aksi serupa.

Kapolsek Kembayan menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap segala bentuk pemalakan dan premanisme.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengalami atau menyaksikan tindakan serupa. Kami berkomitmen menjaga keamanan di wilayah hukum Polsek Kembayan,” ujarnya.

Saat ini, para pelaku telah diamankan di Polres Sanggau untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, meskipun dalam situasi sulit akibat bencana. (Butun)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Pos terkait

Iklan ZONA Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *