Sambas, ZONA Kalbar.id — Proyek peningkatan jalan di Desa Mensere, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, menjadi sorotan publik. Jalan yang menelan anggaran lebih dari Rp17 miliar dan dikerjakan PT Abdi Jasa Tama itu kini terlihat rusak berat, padahal baru beberapa bulan selesai dibangun pada 2025.
Pantauan ZONA Kalbar.id pada Rabu, 3 Desember 2025, menemukan sedikitnya 25 titik jalan yang retak, terbelah, hingga lapisan beton yang mengelupas. Kondisi tersebut memunculkan dugaan pengerjaan tidak sesuai standar teknis.
“Kalau seperti ini jalannya, kami pun merasa tidak puas. Dananya besar, tapi hasilnya kayak asal-asalan,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (3/12).
Warga menduga kualitas material yang digunakan rendah dan proses pengecoran dilakukan terburu-buru tanpa memperhatikan ketentuan spesifikasi. Akibatnya, kondisi jalan jauh dari layak untuk menunjang aktivitas lalu lintas masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Abdi Jasa Tama maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sambas belum memberikan tanggapan resmi atas temuan kerusakan tersebut.
Warga berharap pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek ini. Selain mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran negara, pemeriksaan dianggap penting agar insiden serupa tidak terulang.
Pembangunan infrastruktur seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi dan mobilitas masyarakat. Namun pengerjaan yang tidak memenuhi ketentuan hanya akan menimbulkan kerugian bagi publik dan negara.
(Ryandra)
