Sanggau, ZONA Kalbar.id – Warga Dusun Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, dikejutkan oleh insiden ponton bermuatan bauksit yang lepas kendali dan menabrak pemukiman tepian Sungai Kapuas, Jumat (17/10/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Sedikitnya tiga lanting, dua keramba ikan, dan 17 perahu milik warga rusak berat.
Peristiwa bermula saat kapal TB Mega Sukses menarik ponton bermuatan bauksit dari Jeti PT MAS di Desa Penyelimau menuju Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Dalam perjalanan, nahkoda kapal bermanuver menghindari batu besar di jalur pelayaran. Ponton yang ditarik di belakang justru kehilangan kendali dan menghantam permukiman warga di tepi sungai.
“Suara benturannya keras sekali. Saya langsung keluar rumah dan melihat ponton sudah menghantam perahu dan lanting,” kata Rudiansyah, salah satu warga terdampak.
Pemandu kapal TB Mega Sukses, Zulhadi, mengaku telah berusaha mengendalikan ponton dengan menambah kecepatan. Namun, arus Sungai Kapuas yang deras dan bobot muatan bauksit membuat benturan tak terhindarkan.
Polsek Meliau mencatat kerugian material warga mencapai Rp138,3 juta, meliputi kerusakan perahu milik 15 warga serta tiga jamban milik warga RT 7 Dusun Meliau Hilir. Polisi telah mengamankan ponton dan kapal TB Mega Sukses sebagai barang bukti serta memintai keterangan para saksi.
Kapolsek Meliau, AKP Supariyanto, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan memediasi warga dengan pihak perusahaan.
“Tidak ada korban jiwa. Semua pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan. Situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Supariyanto.
Hasil mediasi menetapkan pihak operator kapal, PT Rimba Mega Armada, akan mengganti seluruh kerugian warga senilai Rp138,3 juta. Pembayaran dilakukan melalui transfer kepada perwakilan warga sesuai daftar kerusakan yang telah disepakati. Kedua belah pihak juga menandatangani pernyataan damai.
Supariyanto menegaskan, insiden ini menjadi pelajaran penting bagi perusahaan pelayaran dan tambang untuk memperhatikan standar keselamatan pelayaran, terutama di wilayah permukiman padat. Polsek Meliau akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan perusahaan guna mencegah kejadian serupa. (Butun)
