Pontianak, ZONA Kalbar.id — Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Barat membeberkan hasil pelaksanaan Operasi Zebra Kapuas 2025 yang berlangsung selama dua pekan, mulai 17 hingga 30 November 2025. Operasi ini tidak hanya menitikberatkan pada penindakan pelanggaran lalu lintas, tetapi juga menyasar perubahan perilaku masyarakat agar tertib berkendara.
KBO Ditlantas Polda Kalbar, AKBP Riki Renerika Riyanto, mewakili Direktur Lalu Lintas Polda Kalbar Kombes Pol Valentinus Asmoro, memaparkan perkembangan operasi tersebut kepada jurnalis di Pontianak, Kamis, 4 Desember 2025.
Sepanjang operasi, Satgas Zebra Kapuas mencatat 1.203 kegiatan preemtif dan penyuluhan di berbagai komunitas, sekolah, kampus, hingga perusahaan. Selain itu, 37.545 media edukasi berupa spanduk, stiker, leaflet, brosur, hingga billboard disebar di titik-titik strategis wilayah Kalbar sebagai bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas.
Pada upaya pencegahan pelanggaran, terdapat 25.130 kegiatan yang mencakup ramp check sopir angkutan umum, pemeriksaan kendaraan, penempatan personel di kawasan rawan kecelakaan, hingga patroli dan pengaturan lalu lintas.
Sedangkan penegakan hukum dilakukan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis, tilang manual, dan teguran langsung. Total penindakan mencapai 6.902 pelanggaran, dengan rincian 11 pelanggaran melalui ETLE statis, 1.369 tilang manual, dan 5.522 teguran.
“Operasi Zebra Kapuas tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga edukasi. Kami ingin kepatuhan masyarakat menjadi budaya, bukan hanya saat operasi berlangsung,” ujar Riki.
Ia menambahkan, seluruh hasil kegiatan ini menjadi indikator kesiapan Polda Kalbar dalam menghadapi Operasi Lilin pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 yang akan digelar akhir Desember mendatang.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bayu Suseno, menyebut keberhasilan operasi turut ditopang oleh partisipasi masyarakat. Menurutnya, kepedulian publik menjadi kunci terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib.
“Kami mengapresiasi dukungan masyarakat Kalbar selama operasi berlangsung. Sinergi ini penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” kata Bayu. (ril)
