Mempawah, ZONA Kalbar.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa, 11 Agustus 2026. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.
Kebakaran terdeteksi sejak pagi. Mulai pukul 08.00 WIB, personel gabungan TNI, Polri, BPBD dan pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengecek sekaligus memadamkan titik api agar tidak merambat ke lahan dan perkebunan milik masyarakat.
Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra mengatakan penanganan karhutla membutuhkan respons cepat, terutama saat kondisi kemarau membuat lahan mudah terbakar.
“Kami bersama TNI, BPBD, Damkar dan unsur terkait terus bergerak melakukan pemantauan dan pemadaman,” kata Ade.
Ia juga mengingatkan masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurut dia, api yang berasal dari pembakaran lahan dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar.
Berdasarkan pengecekan di lokasi, api membakar lahan kosong dengan luas terdampak diperkirakan sekitar 10 hektare. Kondisi kemarau panjang membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit karena vegetasi dan lahan dalam kondisi kering.
Kendala lain berada pada akses menuju lokasi kebakaran. Personel harus melewati jalan setapak, sementara sumber air terdekat berada di parit yang berjarak sekitar satu kilometer dari titik api.
Meski menghadapi keterbatasan akses dan sumber air, personel gabungan tetap melakukan pemadaman dan pengendalian api secara bersama-sama hingga titik kebakaran dapat ditangani.
Babinsa Koramil 1201-03/Mempawah Hilir menyampaikan jajaran Kodim 1201/Mempawah akan terus mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla bersama pemerintah daerah, kepolisian, pemadam kebakaran dan masyarakat.
Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini mengajak masyarakat segera melaporkan keberadaan titik api agar dapat ditangani sebelum membesar.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan cepat menyebar terutama saat kondisi kemarau,” ujarnya.
Penanganan kebakaran di Sengkubang menjadi pengingat bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada pemadaman setelah api muncul. Deteksi dini, akses terhadap sumber air, kesiapsiagaan petugas dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.
Terlebih, kondisi kemarau membuat lahan yang semula terbakar dalam skala kecil berpotensi berkembang apabila tidak segera dikendalikan.
(ril)





