PONTIANAK, ZONA Kalbar — Yoggy Perdana Putra resmi memimpin DPC Partai Gerindra Kota Pontianak periode 2026–2030. Anggota DPRD Kota Pontianak dari daerah pemilihan Pontianak Utara itu dikukuhkan dalam Pelantikan dan Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) Gerindra Kota Pontianak di Hotel Golden Tulip Pontianak, Minggu, 4 Oktober 2026.
Yoggy mengatakan konsolidasi internal menjadi agenda pertama setelah kepengurusan baru terbentuk. Ia ingin memastikan struktur partai dari tingkat DPC hingga PAC bergerak dalam satu garis organisasi.
“Langkah pertama tentu kita melakukan konsolidasi. Kita berharap seluruh kader, mulai dari PAC sampai tingkat bawah, tetap menjaga kekompakan dan kesolidan,” kata Yoggy seusai pengukuhan.
Menurut dia, penguatan struktur diperlukan untuk menghadapi agenda politik berikutnya sekaligus memperkuat hubungan partai dengan masyarakat.
Gerindra Kota Pontianak juga memasang target meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kota Pontianak. Yoggy menyebut partainya memperoleh tujuh kursi pada Pemilu 2024, setelah sebelumnya menargetkan delapan kursi pada Pemilu 2019.
“Target kita ke depan, Partai Gerindra bisa menang di Kota Pontianak. Pada Pemilu 2019 kita menargetkan delapan kursi. Alhamdulillah pada Pemilu 2024 kita sudah meraih tujuh kursi. Kita optimistis dan yakin Gerindra bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Yoggy meminta kader tidak terjebak pada pergantian kepengurusan. Menurut dia, kesolidan organisasi menjadi modal untuk menjalankan program partai di tengah masyarakat.
“Pesan saya kepada seluruh kader Gerindra, khususnya di Kota Pontianak, tetap jaga kekompakan dan kesolidan. Kita harus satu tujuan, satu arah,” katanya.
Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Barat, Yuliansyah, mengatakan pergantian kepengurusan DPC Kota Pontianak merupakan bagian dari penyesuaian struktur organisasi sesuai arahan DPP Partai Gerindra.
Pelantikan tersebut sekaligus dirangkai dengan Rakorcab bertema “Kompak Bergerak dan Berdampak”. Yuliansyah mengatakan tema itu harus diterjemahkan dalam kerja organisasi yang tidak berhenti pada konsolidasi internal.
“Ini bukan hanya untuk kader kita, tetapi bagaimana kita juga bisa memperjuangkan hak-hak masyarakat, khususnya masyarakat Kota Pontianak,” kata Yuliansyah.
Ia meminta kepengurusan baru tetap menjalin komunikasi dengan pengurus sebelumnya. Yuliansyah secara khusus menyebut Noval sebagai salah satu tokoh yang telah lama memimpin Gerindra Kota Pontianak.
“Saya sampaikan selalu berkolaborasi dengan Bang Noval, karena beliau sudah 13 tahun memimpin Partai Gerindra ini,” ujarnya.
Setelah konsolidasi internal, Yuliansyah meminta DPC Gerindra Kota Pontianak memperluas komunikasi dengan masyarakat dan menyusun program yang berorientasi pada kepentingan warga.
“Kita konsolidasi di internal, setelah itu juga konsolidasi di luar internal. Bagaimana membuat program-program Partai Gerindra untuk kepentingan masyarakat Kota Pontianak,” kata dia.
Kepengurusan baru Gerindra Kota Pontianak periode 2026–2030 kini menghadapi pekerjaan untuk memperkuat struktur hingga tingkat bawah sekaligus menjaga hubungan organisasi dengan masyarakat.
(ril)






