Sanggau, ZONA Kalbar.id — Satuan Reserse Narkoba Polres Sanggau kembali membongkar jaringan peredaran sabu di wilayah Kapuas. Dua orang pria ditangkap secara terpisah, hanya berselang satu jam, dalam operasi malam hari yang menyasar daerah rawan transaksi narkotika.
Operasi bermula dari laporan warga yang menyebut aktivitas mencurigakan di kawasan padat penduduk, Lingkungan Liku, Kelurahan Beringin. Sabtu malam, 2 Agustus 2025, tim kepolisian bergerak diam-diam menyusuri lokasi. Sekitar pukul 20.45 WIB, seorang pria berinisial FM, 37 tahun, dihentikan dan digeledah. Dari sakunya, polisi menemukan dua paket sabu yang dikemas dalam plastik bening.
FM, warga Kelurahan Bunut, disebut tidak melakukan perlawanan saat ditangkap. Kepada penyidik, ia menyebut sabu tersebut diperoleh dari seorang pria lain, berinisial AD. Informasi ini menjadi pintu masuk pengembangan kasus.
Sekitar pukul 21.45 WIB, polisi menyergap AD di sebuah kamar hotel yang terletak tidak jauh dari lokasi penangkapan pertama. Dari kamar tersebut, ditemukan satu paket sabu siap edar, lengkap dengan alat isap, timbangan digital, dan plastik klip kosong.
“AD tidak hanya menyimpan sabu di hotel. Kami lanjutkan penggeledahan ke rumahnya di Lingkungan Liku, dan di sana ditemukan lima paket sabu tambahan,” kata Kasat Narkoba Polres Sanggau, Iptu Eko Aprianto, Minggu (3/8).
Total barang bukti mencapai delapan paket sabu, selain sabu, polisi juga menyita sebuah sepeda motor tanpa pelat nomor dan satu unit ponsel yang diduga digunakan untuk transaksi.
Kedua tersangka kini ditahan di Mapolres Sanggau. dan dijerat Pasal 114 dan 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Meski masih diklasifikasikan sebagai pengedar skala kecil, namun menurut polisi tidak menutup kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik peredaran sabu di Kapuas.
“Tim masih bekerja. Kami tidak ingin kasus ini berhenti di tingkat pengecer,” ujar Eko.
Ia menambahkan, peran masyarakat dalam mengungkap peredaran narkoba sangat dibutuhkan.
Kawasan Lingkungan Liku bukan pertama kalinya masuk radar kepolisian. Wilayah ini beberapa kali menjadi titik penangkapan kasus narkotika. Aktivitas transaksi yang menyatu dengan denyut kehidupan warga membuat penyamaran pengedar kerap luput dari perhatian. (Butun)
Baca Juga: Perbatasan Entikong Jadi Sorotan, Polisi Malaysia dan Indonesia Perkuat Kerja Sama









1 Komentar