Sanggau, ZONA Kalbar.id — Papan informasi proyek peningkatan Jalan Kembayan-Balai Sebut, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi perhatian warga yang melintas di kawasan tersebut. Nilai kontrak mencapai Rp3,72 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 375 meter dinilai perlu dijelaskan secara terbuka, terutama mengenai rincian pekerjaan dan kesesuaiannya dengan kondisi di lapangan.
Papan proyek yang terlihat di lokasi mencantumkan pekerjaan berada di bawah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Bidang Bina Marga.
Nama program yang tercantum ialah Penyelenggaraan Jalan, dengan paket pekerjaan Peningkatan Jalan Kembayan-Balai Sebut. Panjang penanganan tercatat 0,375 kilometer atau 375 meter.
Nilai kontraknya sebesar Rp3.721.228.000, dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender. Penyedia pekerjaan tercantum CV Aneka Karya, sedangkan konsultan supervisi ialah PT Madya Jasa Konsultan KSO PT Mitra Jasa Sejati.
Warga pertanyakan nilai proyek
Seorang warga yang melintas dan melihat papan proyek tersebut mengatakan informasi pada papan membuatnya bertanya-tanya. Menurut dia, nilai proyek yang mencapai miliaran rupiah untuk panjang pekerjaan 375 meter perlu dijelaskan kepada masyarakat.
“Kalau melihat papannya, nilainya Rp3,7 miliar, panjangnya 375 meter. Sebagai warga yang lewat sini tentu bertanya, pekerjaan apa saja yang membuat nilainya sebesar itu,” kata warga tersebut, Kamis, 3 September 2026.
Warga itu mengatakan pertanyaannya bukan berarti menuduh telah terjadi penyimpangan. Namun, menurut dia, pemerintah perlu membuka informasi mengenai jenis pekerjaan, volume, spesifikasi material dan titik pekerjaan agar masyarakat dapat memahami penggunaan anggaran tersebut.
“Jangan sampai masyarakat hanya melihat angka di papan. Kalau memang ada pekerjaan drainase, pelebaran, perbaikan struktur atau pekerjaan lainnya, sebaiknya dijelaskan. Jadi jelas kenapa nilainya sebesar itu,” ujarnya.
Ia juga menyoroti hasil pekerjaan yang nantinya perlu dibandingkan dengan nilai kontrak.
“Yang penting bukan hanya papan proyeknya. Nanti harus dilihat pekerjaan yang benar-benar dikerjakan. Apakah sesuai dengan panjang 375 meter, volumenya sesuai, dan kualitasnya bagaimana,” katanya.
Rp3,72 miliar untuk 375 meter
Jika nilai kontrak Rp3,721 miliar dibagi secara sederhana dengan panjang penanganan 375 meter, nilainya setara sekitar Rp9,92 miliar per kilometer.
Angka tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya kejanggalan. Harga pekerjaan jalan tidak dapat dihitung hanya berdasarkan panjang ruas yang ditangani.
Biaya dapat dipengaruhi berbagai komponen, antara lain struktur perkerasan, pekerjaan tanah, drainase, pelebaran badan jalan, bahu jalan, pekerjaan pendukung, mobilisasi peralatan dan material, kondisi medan, serta spesifikasi teknis yang dipersyaratkan dalam kontrak.
Karena itu, pertanyaan utamanya adalah apa saja pekerjaan yang masuk dalam kontrak senilai Rp3,721 miliar tersebut.
Untuk menjawabnya, diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen kontrak, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Harga Perkiraan Sendiri (HPS), spesifikasi teknis, gambar kerja, daftar kuantitas dan harga, serta hasil pengukuran pekerjaan.
Dari dokumen tersebut dapat diketahui apakah nilai kontrak memiliki dasar perhitungan yang wajar dibandingkan volume dan spesifikasi pekerjaan yang harus dilaksanakan.
Keterangan papan perlu dicocokkan
Keterangan pada papan proyek juga perlu dicocokkan dengan dokumen resmi pengadaan pemerintah.
Nama program Penyelenggaraan Jalan dan nama paket Peningkatan Jalan Kembayan-Balai Sebut pada dasarnya tidak otomatis menunjukkan adanya kesalahan. Nama program dan nama paket memang dapat berbeda.
Namun, sejumlah informasi penting tetap perlu dipastikan konsistensinya, mulai dari nama paket, lokasi, panjang pekerjaan, nilai kontrak, penyedia jasa, konsultan pengawas hingga jangka waktu pelaksanaan.
Lokasi 375 meter pekerjaan juga perlu diperjelas. Apakah pekerjaan berada dalam satu titik sepanjang 375 meter atau terbagi dalam beberapa segmen pada ruas Kembayan-Balai Sebut.
Kejelasan tersebut penting agar masyarakat mengetahui secara pasti bagian jalan mana yang menjadi objek pekerjaan.
Kondisi jalan dan hasil pekerjaan
Ruas Kembayan-Balai Sebut sebelumnya juga pernah mendapat sorotan terkait kondisi infrastrukturnya. Keluhan mengenai kerusakan jalan pada ruas tersebut pernah diberitakan pada November 2022.
Karena itu, proyek peningkatan jalan tersebut semestinya dapat menjadi objek pengawasan publik.
Masyarakat berhak mengetahui berapa panjang jalan yang benar-benar ditangani, jenis pekerjaan yang dilakukan, volume material yang digunakan, spesifikasi teknis yang diterapkan serta hasil pekerjaan setelah proyek selesai.
Penilaian terhadap proyek juga tidak cukup hanya berdasarkan tampilan permukaan jalan. Kesesuaian pekerjaan dengan kontrak idealnya diperiksa melalui pengukuran volume, mutu material dan pengujian teknis sesuai spesifikasi yang ditetapkan.
Pemprov Kalbar diminta terbuka
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas PUPR, kontraktor dan konsultan supervisi perlu memberikan penjelasan mengenai proyek tersebut.
Klarifikasi terutama diperlukan terkait dasar penetapan nilai kontrak Rp3,721 miliar, rincian pekerjaan sepanjang 375 meter, lokasi pasti segmen yang ditangani, serta progres dan spesifikasi pekerjaan.
Transparansi tersebut penting agar pertanyaan warga tidak berkembang menjadi spekulasi mengenai penggunaan anggaran publik.
Apalagi proyek tersebut menggunakan uang negara. Informasi mengenai perencanaan, pelaksanaan dan hasil pekerjaan semestinya dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan dokumen kontrak dan kondisi faktual di lapangan.
Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan dari Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat maupun pihak pelaksana mengenai rincian pekerjaan dan dasar perhitungan nilai kontrak tersebut. Klarifikasi dari pihak terkait penting untuk memastikan apakah seluruh keterangan pada papan proyek telah sesuai dengan dokumen pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
(Butun)





