Sanggau, ZONA Kalbar.id – Memasuki hari keempat Lebaran Idulfitri, suasana di SPBU Bunut, Kota Sanggau, masih jauh dari kata normal. Selasa (24/3). Antrean kendaraan didominasi sepeda motor terlihat mengular panjang sejak pagi hingga siang hari.
Sejumlah pengendara bahkan harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar jenis Pertalite. Kondisi ini kontras dengan daerah lain di luar Kabupaten Sanggau yang mulai kembali normal, tanpa antrean berarti di SPBU.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat: mengapa antrean masih terjadi di Sanggau?
Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab utama. Pertama, tidak beroperasinya kios-kios BBM eceran di pinggir jalan yang selama ini menjadi penopang distribusi bahan bakar bagi masyarakat. Pembatasan pembelian BBM dalam jumlah besar di SPBU membuat para pengecer tidak lagi memiliki stok untuk dijual kembali. Akibatnya, seluruh beban permintaan beralih langsung ke SPBU.
Kedua, tingginya mobilitas masyarakat selama momen Lebaran turut memperparah kondisi. Arus mudik, silaturahmi, dan aktivitas pasca-Lebaran meningkatkan konsumsi BBM secara signifikan, sementara distribusi tidak mengalami penyesuaian yang memadai di tingkat lokal.
Ketiga, pola distribusi yang belum merata di wilayah Sanggau juga menjadi faktor pendukung. Meski secara umum stok BBM di Kalimantan Barat dinyatakan aman, namun ketersediaan di lapangan tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi tersebut. Terjadi ketimpangan antara pasokan dan lonjakan kebutuhan di titik-titik tertentu, terutama di SPBU yang menjadi tumpuan utama masyarakat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan antrean di Sanggau bukan semata karena kelangkaan stok, melainkan akibat perubahan pola distribusi dan pembatasan yang berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap BBM. Tanpa solusi distribusi alternatif atau penyesuaian kebijakan di lapangan, antrean panjang di SPBU diperkirakan masih akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.
(Butun)
