Sanggau, ZONA Kalbar.id — Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau menyoroti rendahnya capaian Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) pada sejumlah puskesmas di wilayah Kabupaten Sanggau. Skema KBK merupakan sistem penilaian layanan kesehatan primer berbasis kinerja, yang berdampak langsung pada besaran kapitasi yang diterima fasilitas kesehatan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sanggau, Najori, mengatakan tiga indikator utama KBK yang dinilai BPJS Kesehatan terdiri dari angka kontak peserta, rasio rujukan non-spesialistik, serta pengendalian penyakit kronis melalui program Prolanis.
“Data menunjukkan capaian KBK di sebagian besar puskesmas kita masih rendah. Ini bukan hanya soal angka, tapi menyangkut kualitas layanan dasar masyarakat,” kata Najori, Jumat (7/11/2025).
Ia menjelaskan, KBK dirancang agar puskesmas aktif memberikan layanan promotif-preventif dan tidak hanya menerima pasien datang berobat. Sistem ini mendorong puskesmas mengendalikan rujukan yang tidak semestinya serta mengelola kasus penyakit kronis secara berkelanjutan.
Kinerja puskesmas yang belum memadai disebut mempengaruhi pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Dinkes Sanggau menegaskan perlunya penguatan kompetensi tenaga kesehatan, pemerataan layanan, serta pemantauan rutin terhadap data rujukan dan kunjungan.
“Fokus kita bukan hanya menaikkan nilai KBK, tetapi memastikan masyarakat benar-benar mendapatkan layanan primer yang memadai.” ujarnya.
Dinas Kesehatan menargetkan peningkatan kinerja puskesmas dalam beberapa bulan ke depan melalui evaluasi rutin, pendampingan teknis, dan optimalisasi sistem monitoring internal. (Butun)
