Pontianak, ZONA Kalbar.id— Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII menegaskan dukungan terhadap penegakan hukum di wilayah maritim Kalimantan Barat. Komandan Kodaeral XII Laksamana Muda TNI Sawa menghadiri konferensi pers pengungkapan ekspor rotan ilegal di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Rabu, 21 Januari.
Konferensi pers dipimpin Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat, Muhamad Lukman. Ia menjelaskan, petugas menggagalkan upaya ekspor rotan ilegal yang dimuat dalam empat kontainer dengan manifest tidak sesuai isi. Hasil pemeriksaan fisik menemukan 58,3 ton rotan berbagai jenis.
Nilai rotan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp 2,9 miliar. Perkara itu kini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan untuk menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Kehadiran Komandan Kodaeral XII bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalimantan Barat disebut sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi lintas instansi dalam pengamanan pelabuhan. Penindakan ini melibatkan kerja sama Bea Cukai dengan TNI Angkatan Laut, Polri, Kejaksaan, serta instansi terkait.
Aparat menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik ilegal di wilayah maritim. Pengawasan terpadu diharapkan mampu melindungi sumber daya alam, mencegah kerugian negara, serta menjaga stabilitas keamanan dan perekonomian di Kalimantan Barat.
(ril)
