Sanggau, ZONA Kalbar.id — Banjir kembali merendam kawasan permukiman di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Luapan Sungai Sekayam setelah hujan berintensitas tinggi menyebabkan ratusan rumah warga terendam, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai dua hingga tiga meter.
Genangan mulai memasuki rumah warga di Jalan Pak Tangkir sejak Jumat malam hingga Sabtu 9–10 Januari 2026. Air berwarna keruh menutup akses jalan dan mengganggu aktivitas warga. Sebagian masyarakat memilih bertahan di bangunan yang lebih tinggi, sementara lainnya mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga di dataran aman.
Banjir dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Entikong sejak Kamis malam. Kondisi diperparah oleh kiriman air dari wilayah hulu Sungai Sekayam, termasuk dari Desa Suruh Tembawang dan Desa Pala Pasang, yang meningkatkan debit sungai dalam waktu singkat.
Data sementara menunjukkan sekitar 300 rumah terdampak dengan jumlah warga mencapai sekitar 500 orang. Permukiman yang mengalami dampak paling signifikan berada di kawasan Jalan Pak Tangkir dan Dusun Sontas, Desa Entikong. Genangan juga meluas ke sejumlah titik lain, antara lain Dusun Entikong Benuan, Gang Wanara, kawasan sekitar Terminal dan Puskesmas Lama, serta Komplek Bea Cukai Lama dengan ketinggian air bervariasi.
Selain merendam permukiman, banjir turut mengganggu infrastruktur publik. Jembatan gantung di Dusun Mangkau, Desa Pala Pasang, dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan arus. Sejumlah ruas jalan tidak dapat dilalui kendaraan, menyebabkan mobilitas warga terhambat.
Aparat kepolisian dan pemerintah setempat masih melakukan pemantauan di lokasi terdampak. Dua titik telah disiapkan sebagai lokasi evakuasi darurat, yakni Gedung Vega Entikong dan Kantor Desa Entikong, apabila kondisi banjir memburuk. Bantuan logistik terbatas telah disalurkan kepada warga yang terisolasi.
Banjir di Entikong merupakan peristiwa berulang setiap musim hujan. Warga menilai belum ada langkah mitigasi yang efektif di sepanjang Sungai Sekayam untuk mengurangi risiko luapan, terutama di kawasan permukiman padat di dataran rendah.
(Butun)
