SINGKAWANG, ZONA Kalbar— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi cuaca dan kualitas udara akibat kabut asap yang kembali memburuk di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi, mengatakan kebijakan pembelajaran tetap mengacu pada ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pemerintah daerah juga mempertimbangkan kondisi lingkungan, kesehatan, serta perkembangan cuaca sebelum menentukan pola pembelajaran.
“Kalau kondisi cuaca tidak baik, kita tidak bisa memaksakan dan mengambil risiko,” kata Asmadi di Singkawang, Senin, 21 September 2026.
Menurut dia, pelaksanaan pembelajaran tatap muka sebelumnya sempat berjalan ketika kondisi cuaca membaik. Namun, ketika kondisi udara kembali memburuk, sekolah diminta menyesuaikan proses pembelajaran dengan situasi di lapangan.
Asmadi mengatakan kebijakan tersebut bersifat fleksibel dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi lingkungan.
“Fleksibilitasnya di situ. Kita tetap mengacu pada kementerian, tetapi kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kata dia, juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Koordinasi dilakukan karena persoalan kabut asap berkaitan dengan kondisi bencana dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan serta kegiatan belajar mengajar.
Asmadi mengakui perubahan pola pembelajaran selama kondisi kabut asap dapat menimbulkan persoalan lain, terutama terkait ketertinggalan materi pelajaran.
“Kalau daring, pembelajaran memang tidak efektif. Karena itu, kita juga membahas langkah-langkah setelah kondisi asap ini berakhir untuk memastikan tidak terjadi ketertinggalan pembelajaran,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau, Fran Dawal, mengatakan pihaknya juga mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 dalam menyikapi kondisi kabut asap di Kalimantan Barat.
Fran berharap kondisi kabut asap segera berangsur pulih sehingga kegiatan pembelajaran tatap muka dapat berlangsung secara normal.
Menurut dia, kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Sekadau saat ini tetap diarahkan untuk berlangsung secara tatap muka. Kebijakan tersebut telah berjalan sekitar sepekan terakhir.
“Perkembangannya tetap tatap muka,” kata Fran.
(ril)





