Hilang Saat Menyelam, Pria di Semayang Kembayan Ditemukan Kaku di Dasar Sungai

Gambar Gravatar
IMG 20260316 211122
Oplus_131072

SANGGAU, ZONA Kalbar.id — Seorang pria berinisial YA, 42 tahun, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Pemontas Makam, Dusun Tanjung Pura, Desa Semayang, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu, 15 Maret 2026.

Korban diduga meninggal akibat tenggelam saat melakukan aktivitas menyelam untuk mencari ikan pada malam sebelumnya.

Kapolsek Kembayan Iptu Hudson Siahaan menjelaskan, korban sebelumnya pergi menyelam bersama keponakannya, Eduardus Oktavio, pada Sabtu malam, 14 Maret 2026, sekitar pukul 20.10 WIB. Keduanya menyelam di aliran sungai yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari permukiman warga.

“Korban dan saksi melakukan aktivitas menyelam untuk mencari ikan dengan durasi sekitar satu setengah jam. Saat menyelam, posisi keduanya tidak berada di titik yang sama dan berjarak sekitar 30 meter,” kata Hudson dalam keterangannya, Senin, 16 Maret 2026.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Eduardus memanggil korban berulang kali, namun tidak mendapat jawaban. Ia kemudian mencoba mencari korban di sekitar lokasi penyelaman, tetapi tidak berhasil menemukannya.

Pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, Eduardus meninggalkan lokasi untuk memberitahukan keluarga korban bahwa Yustinus tidak lagi berada bersamanya di sungai.

Pencarian kemudian dilakukan oleh keluarga dan kerabat korban pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Pencarian dibagi menjadi dua kelompok, yakni menyisir pesisir sungai dan menyusuri aliran sungai di lokasi penyelaman.

Sekitar 30 menit setelah pencarian dimulai, keponakan korban lainnya, Fransiskus Jem, menyelam menggunakan alat selam sederhana berupa senter dan kaca selam. Ia kemudian menemukan tubuh YA di dasar sungai dalam kondisi telungkup dan tidak bergerak.

Menurut keterangan keluarga, korban diduga kehabisan napas setelah tersangkut tunggul kayu yang berada di dasar sungai saat menyelam.

Hasil pemeriksaan luar oleh dokter Puskesmas Kembayan, dr. Joshua dan dr. Abi Tampak, menunjukkan hanya terdapat luka gores di bagian kening dengan lebar sekitar 6 milimeter dan panjang 4 sentimeter yang diduga akibat gesekan dengan benda tumpul di dalam sungai.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Luka yang ada diduga akibat benturan dengan tunggul kayu di dasar sungai,” ujar Hudson.

Polisi juga memastikan tidak ditemukan indikasi tindak pidana di lokasi kejadian. Barang-barang milik korban masih lengkap dan tidak terdapat tanda-tanda perkelahian di sekitar tempat kejadian perkara.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Kapolsek Kembayan menegaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal akibat kehabisan napas saat menyelam setelah tersangkut tunggul kayu di dasar sungai.

(Butun)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Iklan ZONA Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *