Sanggau, ZONA Kalbar.id β Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau kembali memperkuat peran kader Saka Bhakti Husada melalui pelatihan peningkatan kapasitas kader kesehatan desa dan sekolah. Program ini menyoroti tantangan lapangan yang masih menjadi hambatan pemerataan layanan kesehatan di daerah.
Kepala Dinkes Sanggau, Ginting, mengatakan penguatan kader menjadi strategi utama menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan serta medan geografis yang sulit dijangkau.
βSanggau memiliki wilayah luas, sebagian berada di pedalaman dan perbatasan. Tidak semua titik mudah dijangkau oleh petugas. Karena itu kader harus hadir sebagai garda terdepan,β ujarnya, Selasa (4/11).
Menurut Ginting, sejumlah persoalan masih menjadi pekerjaan rumah, di antaranya, keterbatasan fasilitas pada beberapa puskesmas pembantu,
akses jalan dan transportasi ke desa terpencil, dan masih adanya masyarakat yang belum menyadari pentingnya pencegahan penyakit, kebutuhan pendataan kesehatan berbasis desa yang lebih akurat
βKader di lapangan sering berhadapan dengan situasi sosial yang kompleks, termasuk pola pikir masyarakat yang belum seluruhnya mendukung perilaku hidup sehat,β kata Ginting.
Pelatihan ini menyasar penguatan peran kader dalam edukasi gizi, pencegahan penyakit menular, pemantauan balita, dan advokasi sanitasi lingkungan. Dinkes juga menyoroti pentingnya kader dalam percepatan penurunan stunting, deteksi dini kesehatan remaja, hingga mendorong desa menuju bebas buang air sembarangan (ODF).
Selain teknis kesehatan, peserta mendapat materi komunikasi efektif. βKemampuan menyampaikan pesan kepada masyarakat sama pentingnya dengan pengetahuan medis,β katanya.
Dinkes berharap melalui pelatihan ini, kader dapat memperkuat jejaring layanan kesehatan di tingkat desa. βKami tidak bisa bekerja sendiri. Kader adalah penghubung antara pemerintah dan masyarakat,β Ginting menegaskan.
Dinkes menargetkan peningkatan kualitas pemantauan kesehatan masyarakat secara berkala dan partisipasi aktif warga dalam program kesehatan daerah. (Butun)








