Pontianak, ZONA Kalbar.id — Teror kejahatan jalanan kembali menghantui Kota Pontianak. Seorang remaja, Ihsan Nasahari, 17 tahun, menjadi korban pembacokan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan K.H. Wahid Hasyim, tepatnya di kawasan Simpang Empat Gertak Tiga, Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota.
Peristiwa berdarah itu terjadi saat Ihsan dalam perjalanan pulang usai bekerja di sebuah perusahaan jasa pengiriman di kawasan Ambawang. Alih-alih tiba dengan selamat di rumah, remaja itu justru harus dilarikan ke fasilitas medis dengan luka robek serius di kakinya.
Menurut keterangan yang dihimpun, serangan terjadi secara tiba-tiba. Saat melintas di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai korban dipepet oleh gerombolan remaja bermotor. Tanpa peringatan dan tanpa motif yang jelas, para pelaku langsung bertindak agresif.
Salah seorang pelaku mengayunkan senjata tajam jenis celurit panjang ke arah korban. Serangan mendadak itu membuat Ihsan kehilangan kendali hingga terjatuh ke aspal. Namun kekerasan tidak berhenti di situ. Dalam kondisi terkapar, korban kembali diserang.
Dalam upaya mempertahankan diri, Ihsan menangkis sabetan senjata tajam menggunakan kakinya. Aksi nekat itu menyelamatkan nyawanya, namun menyebabkan luka robek cukup parah. Tim medis harus memberikan 18 jahitan untuk menutup luka di bagian kaki korban.
Peristiwa ini menambah panjang daftar kekerasan jalanan yang meresahkan warga Pontianak. Polisi menduga para pelaku merupakan bagian dari kelompok yang sama dengan gerombolan remaja bersenjata tajam yang sebelumnya beraksi pada Kamis dini hari, 25 Desember 2025, sekitar pukul 02.15 WIB.
Kasus penganiayaan tersebut telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian. Aparat dari Polsek Pontianak Kota bersama Polresta Pontianak kini melakukan penyelidikan intensif, termasuk menyisir lokasi kejadian dan menelusuri rekaman kamera pengawas.
“Polisi melakukan penyisiran dan pengecekan CCTV,” ujar sumber kepolisian terkait langkah penegakan hukum yang tengah berjalan.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada malam hari. Aparat berjanji akan mengungkap identitas para pelaku dan menindak tegas aksi kekerasan jalanan demi memulihkan rasa aman di ibu kota Kalimantan Barat itu.
(*)








