Sanggau, ZONA Kalbar.id — Sepanjang 2025, Polres Sanggau mencatat peningkatan kinerja penegakan hukum, terutama pada rasio penyelesaian perkara dan pengungkapan jaringan kejahatan narkotika. Namun, di sisi lain, angka kecelakaan lalu lintas justru menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.
Data tersebut dipaparkan Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono dalam rilis akhir tahun yang digelar Rabu, 31 Desember 2025. Paparan itu menjadi gambaran situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Sanggau selama satu tahun terakhir.
Dalam penanganan kejahatan konvensional dan tindak pidana umum, Polres Sanggau menerima 165 laporan sepanjang 2025. Dari jumlah itu, 146 perkara berhasil diselesaikan. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang mencatat 151 laporan dengan 138 penyelesaian.
Kinerja serupa terlihat pada penanganan kejahatan transnasional. Selama 2025, terdapat 14 laporan dengan 13 perkara tuntas, melonjak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyelesaikan 7 dari 13 laporan. Menurut Sudarsono, peningkatan ini berkaitan dengan fokus pengungkapan kejahatan lintas wilayah yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan perbatasan.
Di sektor kejahatan terhadap kekayaan negara, polisi menangani 9 laporan sepanjang 2025 dengan 12 penyelesaian perkara, terutama terkait penyalahgunaan aset negara dan BUMN. Jumlah laporan memang menurun dibandingkan 2024, namun tingkat penyelesaiannya tetap tinggi. Sementara itu, perkara tindak pidana korupsi meningkat menjadi dua kasus, dari satu kasus pada tahun sebelumnya.
Bidang narkotika mencatat dinamika yang berbeda. Jumlah kasus turun dari 86 perkara pada 2024 menjadi 65 perkara pada 2025. Namun, volume barang bukti yang disita justru meningkat tajam. Sepanjang tahun, polisi mengamankan sabu seberat 19.731,26 gram, 48 butir ekstasi, serta uang tunai Rp49,5 juta. Sebanyak 75 tersangka ditetapkan, mayoritas merupakan laki-laki.
Menurut Kapolres, lonjakan barang bukti menunjukkan pergeseran strategi pengungkapan yang menyasar jaringan peredaran narkoba berskala lebih besar dan terorganisir.
Di sisi lain, catatan lalu lintas menjadi pekerjaan rumah serius. Sepanjang 2025 terjadi 144 kecelakaan lalu lintas, naik dari 113 kejadian pada 2024. Sebanyak 55 orang meninggal dunia, dengan kerugian materiil mencapai Rp1,32 miliar. Data ini menempatkan keselamatan lalu lintas sebagai salah satu tantangan utama Polres Sanggau ke depan.
“Angka kecelakaan ini menjadi evaluasi penting untuk memperkuat langkah pencegahan, edukasi, dan penegakan hukum,” ujar Sudarsono.
Rilis akhir tahun tersebut memperlihatkan satu gambaran utama: efektivitas penegakan hukum cenderung meningkat, namun tantangan kamtibmas khususnya di sektor lalu lintas masih memerlukan perhatian dan strategi yang lebih kuat pada tahun mendatang.
(Butun)








