Mempawah, ZONA Kalbar.id — Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI menyebar ke sejumlah desa di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Sebanyak 21 personel dikerahkan untuk memperluas edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Penyuluhan menyasar masyarakat desa, aparatur pemerintahan, tokoh agama dan masyarakat, mahasiswa kuliah kerja nyata, hingga personel TNI-Polri serta kelompok masyarakat peduli api.
Ketua Tim Penyuluh Penanggulangan Karhutla, Brigjen TNI Washington Simanjuntak, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan secara berkelanjutan agar edukasi tidak berhenti di satu wilayah.
“Kegiatan ini adalah sebuah estafet. Hari ini kita berada di satu wilayah, sementara tim lainnya bergerak di wilayah yang berbeda di wilayah Mempawah,” kata Washington.
Menurut dia, pencegahan karhutla tidak cukup dilakukan ketika api sudah muncul. Kesadaran masyarakat dalam menggunakan api, terutama saat membuka atau membersihkan lahan, menjadi salah satu kunci untuk menekan risiko kebakaran.
“Kita harus mencegah sejak dari awal, terutama dalam penggunaan api saat membuka atau membersihkan lahan,” ujarnya.
Tim Penyuluh III yang dipimpin Kolonel Tek Fajar Rosadi, misalnya, mendatangi Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, untuk melakukan komunikasi sosial dan penyuluhan.
Di Kecamatan Segedong, Tim Penyuluh IV yang dipimpin Kolonel Mar Nandang memberikan edukasi kepada warga dan mahasiswa KKN di Desa Parit Bugis. Tim kemudian melanjutkan kegiatan komunikasi sosial, penyuluhan, serta pemantauan titik panas atau hotspot di Dusun Pangguk, Desa Peniti Besar.
Sementara itu, tim yang dipimpin Kolonel Laut (P) Jarot Wibisono melakukan sosialisasi bahaya karhutla di Desa Toho, Kecamatan Sadaniang. Kegiatan melibatkan pemerintah kecamatan, TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga.
Pada siang hari, Tim Penyuluh II yang dipimpin Brigjen TNI Felix Lumbantobing menggelar penyuluhan di SDN 12 Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Desa Tangguh Bencana, Masyarakat Peduli Api, ketua RT dan masyarakat.
Di Kecamatan Sungai Kunyit, Washington memimpin langsung penyuluhan penanggulangan karhutla dan pemaparan kondisi kebakaran di Gedung Serbaguna Desa Semparong Parit Raden. Kegiatan itu diikuti unsur pemerintah desa, TNI-Polri, Dinas Sosial, mahasiswa S2 STIK Polri A-16, serta sekitar 50 warga.
Washington mengatakan tim tidak hanya menyampaikan imbauan. Mereka juga membangun jejaring dengan pemerintah desa, aparat keamanan, tokoh masyarakat dan kelompok warga agar pencegahan karhutla dapat dilakukan bersama.
“Setiap desa yang kami datangi dapat menjadi titik tumbuh kesadaran baru. Dari perangkat desa, tokoh masyarakat sampai warga, semuanya memiliki peran untuk menjaga lingkungannya,” kata dia.
Menurut Washington, pola penyuluhan secara serentak di sejumlah wilayah diharapkan membuat pesan pencegahan karhutla menjangkau lebih banyak masyarakat. Sinergi di tingkat desa dinilai penting karena sebagian besar upaya pencegahan harus dilakukan sebelum kebakaran terjadi.
Kegiatan penyuluhan akan dilanjutkan pada Ahad, 30 Agustus 2026. Tim dijadwalkan bergerak di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Mempawah, Sungai Pinyuh, Jungkat, Segedong, Anjungan, Toho, dan Sadaniang.
Pergerakan tim tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan karhutla melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Pendekatan itu diarahkan agar warga tidak hanya mengetahui bahaya kebakaran, tetapi juga ikut mencegah munculnya api sejak tahap pembukaan dan pembersihan lahan.
(ril)





