SANGGAU, ZONA Kalbar — Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau Aswin Khatib meminta aparatur sipil negara (ASN) membuktikan nilai-nilai Pancasila melalui kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, pengamalan Pancasila tidak berhenti pada seremoni atau hafalan, tetapi harus terlihat dalam cara aparatur menjalankan kewenangannya.
“Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan atau hafalan rutin. Setiap kerja keras kita dalam melayani masyarakat adalah wujud nyata dari pengamalan nilai-nilai Pancasila,” kata Aswin, Kamis, 1 Oktober 2026.
Pernyataan itu disampaikan Aswin dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Kabupaten Sanggau.
Dia mengatakan ASN memiliki posisi penting dalam memastikan nilai-nilai Pancasila hadir dalam pelayanan publik. Karena itu, integritas, transparansi, dan akuntabilitas harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurut Aswin, ASN tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga harus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang adil tanpa diskriminasi.
“Kita adalah garda terdepan sekaligus motor penggerak pembangunan bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan moral, etika, dan hukum dalam setiap kebijakan, pelayanan publik, serta pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.
Aswin juga mengingatkan ASN untuk menjaga netralitas. Ia menilai sikap tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi dan memastikan pelayanan pemerintah tetap diberikan secara profesional.
Selain itu, dia mendorong aparatur memperkuat kolaborasi lintas sektor. Tantangan pemerintahan, kata dia, semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, keterbukaan informasi, dan perubahan sosial.
“Kesaktian Pancasila harus kita implementasikan melalui integritas dan profesionalisme dengan menjalankan amanah jabatan dengan jujur, transparan, dan akuntabel demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat,” kata Aswin.
Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Aswin berharap tema tersebut tidak berhenti sebagai pesan dalam peringatan tahunan. Menurut dia, nilai persatuan dan keadilan perlu diterjemahkan ke dalam tindakan konkret, terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Terus tingkatkan kolaborasi lintas sektor demi mempercepat pelayanan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata,” katanya.
(Butun)






