Mempawah, ZONA Kalbar.id — Festival Budaya Robo’-Robo’ Kabupaten Mempawah 2026 resmi dibuka di Dermaga Kuala Mempawah, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, Rabu, 12 Agustus 2026. Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan membuka perhelatan yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, keluarga Kerajaan Mempawah, tokoh masyarakat, serta perwakilan kerajaan dari berbagai daerah di Nusantara.
Bupati Mempawah Erlina, Raja Mempawah XIV Mohammad Hafizh Adinugraha, PYAM Ratu Mempawah XIII Sinuhun Kencana Wangsa Arini Mariam, Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah turut hadir dalam acara tersebut.
Kehadiran para raja dan perwakilan kerajaan dari berbagai wilayah menjadi salah satu penanda penting dalam pelaksanaan Robo’-Robo’ tahun ini. Tradisi yang berakar dari sejarah Mempawah itu tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga ruang perjumpaan masyarakat untuk merawat keberagaman dan hubungan antarkelompok.
Ratusan warga memadati kawasan Dermaga Kuala Mempawah. Pembukaan diawali Tari Selodang Mayang yang dibawakan Sanggar Patih Gumantar, dilanjutkan doa, laporan panitia, serta sambutan Bupati Mempawah, Raja Mempawah XIV dan Gubernur Kalimantan Barat.
Festival kemudian resmi dimulai setelah pemukulan tar secara bersama-sama. Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah dan makan seprah bersama.
Bupati Mempawah mengatakan Robo’-Robo’ tidak dapat dipandang sekadar ritual tahunan. Menurut dia, tradisi tersebut merupakan bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Mempawah yang diwariskan sejak kedatangan Opu Daeng Manambon ke Bumi Galaherang pada abad ke-18.
Robo’-Robo’ juga dinilai memiliki potensi untuk memperkuat hubungan sosial lintas suku, agama dan golongan. Pemerintah daerah berharap tradisi tersebut dapat ikut mendorong sektor pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif.
Raja Mempawah XIV mengajak generasi muda mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. Regenerasi dianggap penting agar Robo’-Robo’ tidak berhenti sebagai perayaan seremonial, melainkan tetap hidup dan dipahami oleh generasi berikutnya.
Gubernur Kalimantan Barat mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah, Keraton Amantubillah dan masyarakat dalam mempertahankan tradisi Robo’-Robo’. Ia mendorong festival tersebut terus dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang lebih luas, termasuk untuk wisatawan mancanegara.
Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini mengatakan pelestarian budaya memiliki kaitan erat dengan upaya menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat persatuan.
“Robo’-Robo’ bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga sejarah, mempererat silaturahmi dan merawat kebersamaan,” kata Ali.
Menurut dia, Kodim 1201/Mempawah akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang positif, termasuk upaya pelestarian budaya daerah.
Pengamanan kegiatan melibatkan Kodim 1201/Mempawah bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait. Seluruh rangkaian pembukaan festival berlangsung aman dan tertib hingga selesai sekitar pukul 12.15 WIB.
Robo’-Robo’ 2026 pun kembali menempatkan tradisi sebagai titik temu antara sejarah, kebudayaan dan kehidupan masyarakat. Di tengah kehadiran para raja dari berbagai daerah, festival ini sekaligus menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan untuk merawat kebersamaan dan menggerakkan ekonomi lokal.
(ril)





