PUPR Sanggau Dorong Pengadaan Alat Berat, Prioritaskan Motor Grader dan Ekskavator Mini

Gambar Gravatar
Oplus_131072

Sanggau, ZONA Kalbar.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau tengah menyiapkan usulan pengadaan alat berat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah ini menyusul dukungan Ketua DPRD Sanggau, Hendrikus Hengki, yang menilai Pemda perlu memiliki armada alat berat memadai untuk meningkatkan pelayanan infrastruktur.

Pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Sanggau, Aris Sudarsono, mengatakan ketersediaan alat berat yang dimiliki pemerintah daerah kini sangat terbatas. Sebagian besar unit bahkan tidak lagi beroperasi.

Bacaan Lainnya

“Kami dari PUPR sangat mendukung. Alat berat yang masih aktif tinggal sedikit, banyak yang tidak bisa beroperasi,” ujar Aris saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 23 April 2025.

Menurut Aris, dua jenis alat berat yang menjadi prioritas adalah motor grader dan ekskavator mini. Ekskavator mini dibutuhkan untuk penanganan banjir dan normalisasi saluran air, sementara grader diperlukan untuk pemeliharaan jalan kabupaten secara swakelola.

“Grader yang kita punya itu buatan tahun 90-an. Jadi memang prioritasnya motor grader dan ekskavator mini,” kata dia.

Wacana penguatan armada alat berat ini sebenarnya sudah muncul sejak kepemimpinan Bupati Paolus Hadi. Kala itu, pemerintah daerah bahkan merancang pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di tiga titik: Tayan, Kota Sanggau, dan Kembayan, agar respon penanganan infrastruktur lebih cepat.

Namun, harga alat berat yang tinggi menjadi tantangan. Aris memperkirakan satu unit motor grader berharga sekitar Rp2 miliar, sedangkan ekskavator mini di bawah Rp1 miliar. Jika masing-masing UPT dibekali satu set alat, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp9 miliar.

Aris berharap pengadaan bisa dilakukan secara bertahap. Ia menegaskan, ketersediaan alat berat akan mempercepat penanganan kerusakan jalan karena dapat dikerjakan secara swakelola tanpa menunggu proses pengadaan pihak ketiga.

“Kalau ada alat berat, penanganan jalan bisa lebih cepat. Kita punya operator dan tenaga teknis, jadi pekerjaan mendesak bisa langsung dikerjakan,” ucapnya.

Aris mengatakan kondisi ruas jalan kabupaten di Sanggau saat ini hampir seluruhnya dalam kondisi fungsional. Hanya satu titik yang terganggu, yakni ruas Sejuah–Noyan akibat longsor. Meski demikian, PUPR tetap melakukan pemeliharaan berkala pada beberapa ruas non-kewenangan, seperti di Tanjung Bunga dan Bagan Asam, terutama saat musim hujan.

“Kami sangat setuju dengan usulan ini. Tinggal kemampuan keuangan kita saja untuk membelinya,” tutur Aris. (Burhan)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Pos terkait

Iklan ZONA Kalbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *