Breaking News

Sanggau

Polres Sanggau Gelar Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan

badge-check

Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Sanggau, zonakalbar.id – Polres Sanggau melalui Waka Polres Kompol Yafet Efraim Patabang mengikuti rapat koordinasi ketahanan pangan secara daring melalui Zoom Meeting di Aula Graha Wira Pratama Polres Sanggau, pada Senin (13/1).

Rapat ini membahas strategi penguatan sektor pertanian dan pangan, dengan fokus pada pengembangan tanaman jagung dan sejumlah komoditas lainnya. Diskusi tersebut melibatkan lintas instansi, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga kelompok petani, guna memastikan keberlanjutan program pangan nasional.

Salah satu program utama yang menjadi perhatian adalah pengembangan lahan jagung dengan target mencapai 1 juta hektare secara nasional.

Program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta sektor swasta. Dalam implementasinya, pengawasan di lapangan akan melibatkan pihak Polres, kepala desa, dan kelompok tani untuk memastikan keberhasilan program.

“Selain pengembangan lahan, pemerintah juga memberikan subsidi pupuk dan benih yang difokuskan pada sembilan komoditas utama, seperti jagung, padi, kedelai, dan hortikultura, termasuk bawang merah, bawang putih, serta cabai. Subsidi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelas Kompol Yafet.

Kementerian Dalam Negeri menekankan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik. Surat edaran dan pedoman teknis telah disiapkan sebagai panduan implementasi program di tingkat daerah.

Keterlibatan Generasi Muda dan Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP)
Program ini juga dirancang untuk mendorong keterlibatan petani milenial sebagai upaya regenerasi petani, sekaligus meningkatkan daya tarik sektor pertanian di kalangan generasi muda.

Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) juga menjadi fokus pembahasan. HPP untuk gabah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, sementara jagung dipatok Rp5.000 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan insentif yang lebih besar bagi petani untuk meningkatkan produksi.

Target produksi jagung hingga akhir tahun 2025 sedang dalam proses perencanaan dan implementasi. Periode perhitungan panen dimulai dari Oktober tahun sebelumnya hingga September tahun berjalan.

“Kolaborasi lintas instansi, termasuk Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah, menjadi kunci keberhasilan dalam pengawasan distribusi subsidi dan program pertanian lainnya. Kami berkomitmen untuk mendukung penuh program ketahanan pangan ini demi kesejahteraan masyarakat,” tutup Kompol Yafet.

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Musim Kemarau, Tayan Hilir Siapkan Pasukan Hadapi Karhutla

13 Agu 2026 - 18:00 WIB

Musim Kemarau, Tayan Hilir Siapkan Pasukan Hadapi Karhutla

Kemarau Panjang Ancam Sumber Air, DAD Tayan Hulu Serukan Jaga Sungai

13 Agu 2026 - 11:36 WIB

Kemarau Panjang Ancam Sumber Air, DAD Tayan Hulu Serukan Jaga Sungai

Kabut Asap Menghantui Sanggau, Sekolah PAUD-SMP Beralih Belajar Dari Rumah

12 Agu 2026 - 12:26 WIB

Kabut Asap Menghantui Sanggau, Sekolah PAUD-SMP Beralih Belajar Dari Rumah

Peredaran Narkoba di Entikong Kembali Terbongkar, Polisi Amankan Seorang Pria

6 Agu 2026 - 09:24 WIB

Peredaran Narkoba di Entikong Kembali Terbongkar, Polisi Amankan Seorang Pria

Kapolsek Kembayan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Semayang

4 Agu 2026 - 18:17 WIB

Kapolsek Kembayan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Semayang
Trending di Sanggau

📱 Install ZONA Kalbar

Pasang aplikasi agar berita lebih cepat diakses.