Sanggau

Musim Kemarau, Tayan Hilir Siapkan Pasukan Hadapi Karhutla

badge-check

Musim Kemarau, Tayan Hilir Siapkan Pasukan Hadapi Karhutla Perbesar

Sanggau, ZONA Kalbar.id — Kepolisian Sektor Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah meningkatnya potensi kebakaran saat musim kemarau.

Koordinasi itu dilakukan melalui rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Aula Polsek Tayan Hilir, Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Rapat dipimpin Kapolsek Tayan Hilir Inspektur Polisi Satu Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H.

Pertemuan tersebut melibatkan unsur TNI, pemerintah kecamatan dan desa, Manggala Agni, pemadam kebakaran, tokoh masyarakat serta personel kepolisian.

Sejumlah pejabat dan unsur terkait hadir, di antaranya Kepala Koordinator Manggala Agni Seksi Wilayah 2 Pontianak Sahat Irawan Manik, Sekretaris Camat Tayan Hilir Tri Wanda, Batuud Koramil 1204-07/Tayan Hilir Serma Wan Edy P., serta kepala Desa Pedalaman dan Desa Pulau. Perwakilan Desa Kawat, Manggala Agni, Damkar Bisinka, staf desa dan tokoh masyarakat juga mengikuti rapat.

Salah satu agenda pembahasan adalah Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2026 tertanggal 10 Agustus 2026 tentang larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Selain aturan tersebut, peserta membahas mekanisme kendali penanganan karhutla, sumber pembiayaan, hingga pembagian peran pemerintah dari tingkat kecamatan sampai desa.

Kapolsek Tayan Hilir menekankan pentingnya kesiapsiagaan sebelum muncul titik api. Menurut dia, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan satu institusi, tetapi membutuhkan koordinasi sejak tahap pencegahan.

Rakor juga menghasilkan penguatan pemetaan desa yang dinilai rawan kebakaran serta rencana peningkatan patroli terpadu. Kesiapan personel, peralatan dan sarana pemadaman turut menjadi perhatian agar api dapat ditangani sedini mungkin apabila terjadi kebakaran.

Di tingkat masyarakat, pemerintah desa bersama unsur terkait didorong meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya dan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar. Masyarakat Peduli Api (MPA) juga diharapkan lebih diberdayakan untuk menjadi bagian dari sistem pencegahan karhutla di tingkat desa.

Koordinasi lintas sektor tersebut diharapkan tidak berhenti pada rapat, tetapi berlanjut dalam bentuk pemantauan lapangan dan respons cepat terhadap setiap potensi titik api.

“Pencegahan menjadi langkah utama. Sinergi seluruh unsur bersama masyarakat sangat diperlukan agar potensi karhutla dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas,” demikian pesan yang mengemuka dalam rakor tersebut.

(ril)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bangun Generasi Berani Bersuara, Kecamatan Mukok Sosialisasikan Forum Anak

6 Nov 2026 - 09:50 WIB

Bangun Generasi Berani Bersuara, Kecamatan Mukok Sosialisasikan Forum Anak

Kantor BRI Sosok Dilalap Api, Karyawan Berhamburan Keluar

6 Nov 2026 - 06:06 WIB

Kantor BRI Sosok Dilalap Api, Karyawan Berhamburan Keluar

HUT ke-67 Pemuda Pancasila, MPC Sanggau Perkuat Solidaritas Lewat Family Gathering

1 Nov 2026 - 14:16 WIB

HUT ke-67 Pemuda Pancasila, MPC Sanggau Perkuat Solidaritas Lewat Family Gathering

Kembayan Sosialisasikan Forum Anak Daerah, Siapkan Pengurus Baru untuk 2027

30 Okt 2026 - 21:55 WIB

Kembayan Sosialisasikan Forum Anak Daerah, Siapkan Pengurus Baru untuk 2027

Dua Kafe di Sekayam Jadi Sasaran Razia Narkoba

26 Okt 2026 - 09:20 WIB

Dua Kafe di Sekayam Jadi Sasaran Razia Narkoba
Trending di Sanggau