Pontianak

Pemkot Pontianak Siapkan Aturan Pembatasan Medsos bagi Anak

badge-check

Oplus_132130 Perbesar

Oplus_132130

Pontianak, zonakalbar.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyambut baik inisiatif pembatasan penggunaan media sosial (medsos) bagi anak-anak. Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak, Edi Suryanto, menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut, mengingat dampak negatif yang ditimbulkan, termasuk maraknya kasus tawuran yang dipicu oleh medsos.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif ini. Selama ini, upaya membuat batasan atau larangan sering terbentur aturan yang lebih tinggi. Dengan adanya komunikasi dan dorongan dari berbagai pihak, kami semakin optimis untuk menerapkan kebijakan ini,” ujar Edi, Kamis (16/1).

Ia menyoroti pentingnya memberikan edukasi yang tepat kepada anak-anak terkait penggunaan media sosial. Menurutnya, kejadian tawuran yang melibatkan anak-anak di bawah umur belakangan ini sebagian besar dipicu oleh interaksi di media sosial.

“Setelah dilakukan klarifikasi, kami menemukan bahwa penyebab tawuran beberapa waktu lalu adalah interaksi di medsos. Ini cukup memprihatinkan,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Pontianak berencana mengeluarkan aturan untuk membatasi penggunaan medsos di kalangan anak-anak, dengan sekolah sebagai fokus utama penerapannya.

“Sekolah adalah tempat pertama yang bisa kita kendalikan dalam penggunaan medsos. Pembatasan ini akan diintegrasikan ke dalam kebijakan sekolah untuk memastikan anak-anak lebih fokus pada pembelajaran dan aktivitas positif,” jelasnya.

Meski teknis pelaksanaan pembatasan masih akan dibahas dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Edi menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bertujuan melarang sepenuhnya, melainkan untuk mengurangi dampak negatif yang bisa ditimbulkan.

“Medsos secara umum memiliki manfaat, tetapi ada aspek negatif yang perlu dibatasi demi kebaikan generasi muda,” tambahnya.

Ia optimistis kebijakan ini akan berdampak positif bagi perkembangan anak-anak dan remaja di Pontianak. Salah satu pendekatan yang akan dilakukan adalah menyediakan lebih banyak kegiatan edukatif dan produktif bagi mereka.

“Saya sangat optimis. Dengan pembatasan ini, anak-anak diharapkan bisa lebih berpikir positif dan tidak terpengaruh efek negatif medsos. Ke depan, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang luar biasa,” pungkasnya.

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dugaan Penyadapan Istana Menggemparkan, Ketua Lumbung Informasi Dukung Langkah Kapolri

4 Nov 2026 - 12:34 WIB

Dugaan Penyadapan Istana Menggemparkan, Ketua Lumbung Informasi Dukung Langkah Kapolri

TPPO Mengintai di Perbatasan, Kejaksaan Evaluasi Posko PLBN Entikong

3 Nov 2026 - 15:04 WIB

TPPO Mengintai di Perbatasan, Kejaksaan Evaluasi Posko PLBN Entikong

Rakerda P2MI Kalbar Segera Digelar, Siapkan Forum Strategis Akhir Tahun

1 Nov 2026 - 16:03 WIB

Rakerda P2MI Kalbar Segera Digelar, Siapkan Forum Strategis Akhir Tahun

Sungai Jawi Disiapkan Jadi Ruang Rekreasi dan Ekonomi Kreatif di Pontianak

1 Nov 2026 - 07:34 WIB

Sungai Jawi Disiapkan Jadi Ruang Rekreasi dan Ekonomi Kreatif di Pontianak

Kalbar Tertinggi, 68 Laporan Karhutla, Bareskrim Tetapkan Ratusan Tersangka

29 Okt 2026 - 14:51 WIB

Kalbar Tertinggi, 68 Laporan Karhutla, Bareskrim Tetapkan Ratusan Tersangka
Trending di Pontianak