Pontianak

Dugaan Penyadapan Istana Menggemparkan, Ketua Lumbung Informasi Dukung Langkah Kapolri

badge-check

Dugaan Penyadapan Istana Menggemparkan, Ketua Lumbung Informasi Dukung Langkah Kapolri Perbesar

PONTIANAK, ZONA Kalbar – Ketua Umum Lumbung Informasi Masyarakat, Syafarahman, menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap langkah Kapolri Jenderal Suyudi dalam mengungkap dugaan penyadapan ilegal terhadap Istana Kepresidenan yang disebut terjadi sejak 2025.

Syafarahman menilai pengungkapan kasus tersebut menjadi perhatian publik, terutama karena dugaan penyadapan itu disebut melibatkan seorang jenderal bintang empat beserta sejumlah pihak lainnya.

“Kami mengapresiasi langkah Kapolri yang berani mengungkap persoalan ini. Publik tentu berharap penanganannya dilakukan secara transparan dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Syafarahman, Rabu, 4 November 2026.

Ia mengatakan, langkah penegakan hukum tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu perkara. Menurut dia, pembenahan internal Polri perlu dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan institusi kepolisian terbebas dari praktik penyalahgunaan kewenangan maupun dugaan perlindungan terhadap kepentingan tertentu.

Syafarahman juga menyinggung arahan Presiden mengenai pentingnya memberantas praktik beking terhadap pengusaha ilegal maupun kelompok yang memiliki kekuatan ekonomi dan pengaruh besar.

Menurut dia, masyarakat menginginkan penegakan hukum yang tidak membedakan latar belakang, jabatan, maupun kekuatan ekonomi seseorang.

“Reformasi Polri harus berjalan sampai tuntas. Jangan sampai hukum hanya tegas terhadap masyarakat kecil, tetapi justru melemah ketika berhadapan dengan orang-orang yang memiliki kekuasaan dan pengaruh,” ujarnya.

Ia menegaskan, dukungan masyarakat terhadap institusi kepolisian harus diikuti dengan komitmen nyata untuk membersihkan segala bentuk penyimpangan di lingkungan internal.

Syafarahman, yang juga dikenal dengan sapaan Daeng Spareng, berharap kepolisian benar-benar menjalankan fungsi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, bukan menjadi pelindung kepentingan kelompok tertentu.

“Kami sebagai masyarakat Indonesia mendukung upaya pembenahan Polri. Siapa pun yang terbukti terlibat dalam pelanggaran hukum harus diproses sesuai aturan, tanpa melihat pangkat maupun jabatannya,” katanya.

Ia berharap langkah pembenahan tersebut dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Syafarahman juga menyampaikan harapan agar Kapolri dapat menjalankan amanah dengan baik di tengah berbagai tantangan penegakan hukum dan reformasi kelembagaan.

“Semoga Polri semakin dipercaya masyarakat dan benar-benar hadir untuk memberikan perlindungan serta keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

(ril)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

TPPO Mengintai di Perbatasan, Kejaksaan Evaluasi Posko PLBN Entikong

3 Nov 2026 - 15:04 WIB

TPPO Mengintai di Perbatasan, Kejaksaan Evaluasi Posko PLBN Entikong

Rakerda P2MI Kalbar Segera Digelar, Siapkan Forum Strategis Akhir Tahun

1 Nov 2026 - 16:03 WIB

Rakerda P2MI Kalbar Segera Digelar, Siapkan Forum Strategis Akhir Tahun

Sungai Jawi Disiapkan Jadi Ruang Rekreasi dan Ekonomi Kreatif di Pontianak

1 Nov 2026 - 07:34 WIB

Sungai Jawi Disiapkan Jadi Ruang Rekreasi dan Ekonomi Kreatif di Pontianak

Kalbar Tertinggi, 68 Laporan Karhutla, Bareskrim Tetapkan Ratusan Tersangka

29 Okt 2026 - 14:51 WIB

Kalbar Tertinggi, 68 Laporan Karhutla, Bareskrim Tetapkan Ratusan Tersangka

Proyek Jalan Budi Karya Rp 4,75 Miliar Disorot, Pekerja Diduga Tak Lengkap Pakai APD

27 Okt 2026 - 12:56 WIB

Proyek Jalan Budi Karya Rp 4,75 Miliar Disorot, Pekerja Diduga Tak Lengkap Pakai APD
Trending di Pontianak