Sanggau, ZONA Kalbar.id — Pemerintah Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, menegaskan komitmen menghentikan seluruh aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayahnya. Hal itu dituangkan dalam berita acara kesepakatan bersama yang ditandatangani pada Rabu, 2 Juli 2025, dalam rapat di Gedung Lawang Kuari, Kecamatan Bonti.
Rapat dihadiri berbagai unsur, mulai dari anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Forkopimcam, kepala desa, tokoh adat, hingga pemuka agama setempat. Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Sanggau Nomor 500.10.2.3/11/EKSDA/2025 tentang larangan PETI.
Camat Bonti, Dominikus, menyampaikan bahwa seluruh pelaku penambangan ilegal diberikan waktu tujuh hari sejak kesepakatan ditandatangani untuk menghentikan kegiatan dan menarik seluruh peralatan dari lokasi tambang.
“Apabila lewat tenggat masih ada aktivitas PETI, tim gabungan bersama tokoh adat dan pemerintahan desa akan mengambil tindakan tegas,” kata Dominikus.
Langkah penindakan yang dimaksud meliputi penyitaan peralatan tambang, penegakan sanksi adat, dan pemrosesan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan. Selain itu, bagi pelaku yang tidak mengindahkan imbauan, akan dikenakan ganti rugi pencemaran lingkungan sebesar Rp10 juta per unit dompeng atau alat berat.
Kapolsek Bonti, IPTU Suparman, menekankan bahwa upaya penghentian PETI bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan ketertiban sosial.
Danramil Bonti, PELDA Rudiantono, menambahkan, pihaknya bersama Forkopimcam dan unsur adat akan melakukan pengawasan rutin setiap tiga bulan untuk memastikan tidak ada aktivitas ilegal yang kembali muncul.
Rapat yang diwarnai komitmen bersama seluruh elemen masyarakat ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan DPRD, Forkopimcam, kepala desa, dan tokoh adat. Pemerintah Kecamatan Bonti berharap langkah tegas ini menjadi momentum bersama untuk menghentikan pertambangan emas ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat. (Butun)
Baca Juga: Penambangan Emas Ilegal di Sungai Kapuas Desa Nanga Biang Jadi Sorotan








