Pontianak

Herman Hofi: Penegakan Hukum Butuh Kontrol Masyarakat

badge-check

Herman Hofi: Penegakan Hukum Butuh Kontrol Masyarakat Perbesar

Pontianak, ZONA Kalbar.id – Pengamat kebijakan publik Kalimantan Barat, Dr. Herman Hofi Munawar, menilai pengawasan masyarakat sipil terhadap aparat penegak hukum (APH) menjadi elemen penting dalam menjaga tegaknya negara hukum. Tanpa kontrol eksternal yang kuat, kewenangan besar yang dimiliki aparat berpotensi disalahgunakan.

“Dalam negara hukum, kewenangan aparat penegak hukum ibarat pedang bermata dua. Ia dibutuhkan untuk menjaga ketertiban, tetapi juga bisa berubah menjadi alat penindas jika tidak diawasi,” kata Herman dalam keterangannya, Minggu (1/2).

Menurut Herman, negara telah memberikan APH berbagai instrumen pemaksaan, mulai dari kewenangan penangkapan dan penahanan hingga penggunaan senjata api yang diatur oleh undang-undang. Namun, kewenangan tersebut menuntut mekanisme pengawasan yang ketat agar tidak melahirkan praktik penyalahgunaan kekuasaan.

Ia menyebut, tanpa kontrol yang efektif, potensi terjadinya abuse of power terbuka lebar, mulai dari rekayasa perkara, kekerasan dalam proses penyidikan, hingga praktik transaksional yang merusak integritas sistem peradilan.

Herman menilai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memiliki posisi strategis sebagai pengawas independen. Peran itu dapat dijalankan melalui pemantauan proses penegakan hukum, advokasi kebijakan yang mendorong transparansi, serta pemberian akses bantuan hukum bagi masyarakat pencari keadilan.

Ia juga menyoroti persoalan penanganan pengaduan publik yang dinilai masih lemah. “Banyak pengaduan masyarakat terkesan tidak ditindaklanjuti secara serius. Ini menjadi pekerjaan rumah besar dalam sistem penegakan hukum kita,” ujarnya.

Menurut Herman, pengawasan oleh LSM tidak boleh dimaknai sebagai sikap bermusuhan terhadap institusi negara. Sebaliknya, kontrol publik merupakan bentuk kepedulian terhadap hukum agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan.

“Aparat penegak hukum yang kuat adalah aparat yang tidak anti-kritik dan berani diaudit oleh masyarakat yang dilayaninya,” kata dia.

Ia menegaskan, hanya dengan pengawasan sipil yang ketat, proses penyidikan dan putusan pengadilan dapat benar-benar mencerminkan rasa keadilan, bukan sekadar pemenuhan prosedur formal.

(Red)

Penulis

  • ZONA Kalbar.id

    Zona Kalbar.id adalah media online yang menyajikan berita terkini dan terpercaya, segala informasi terkomfirmasi dengan jelas dan lugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dugaan Penyadapan Istana Menggemparkan, Ketua Lumbung Informasi Dukung Langkah Kapolri

4 Nov 2026 - 12:34 WIB

Dugaan Penyadapan Istana Menggemparkan, Ketua Lumbung Informasi Dukung Langkah Kapolri

TPPO Mengintai di Perbatasan, Kejaksaan Evaluasi Posko PLBN Entikong

3 Nov 2026 - 15:04 WIB

TPPO Mengintai di Perbatasan, Kejaksaan Evaluasi Posko PLBN Entikong

Rakerda P2MI Kalbar Segera Digelar, Siapkan Forum Strategis Akhir Tahun

1 Nov 2026 - 16:03 WIB

Rakerda P2MI Kalbar Segera Digelar, Siapkan Forum Strategis Akhir Tahun

Sungai Jawi Disiapkan Jadi Ruang Rekreasi dan Ekonomi Kreatif di Pontianak

1 Nov 2026 - 07:34 WIB

Sungai Jawi Disiapkan Jadi Ruang Rekreasi dan Ekonomi Kreatif di Pontianak

Kalbar Tertinggi, 68 Laporan Karhutla, Bareskrim Tetapkan Ratusan Tersangka

29 Okt 2026 - 14:51 WIB

Kalbar Tertinggi, 68 Laporan Karhutla, Bareskrim Tetapkan Ratusan Tersangka
Trending di Pontianak