Ketapang, ZONA Kalbar.id – Isu penculikan anak kembali menyulut kegelisahan publik. Awal pekan ini, jagat media sosial di Kabupaten Ketapang diramaikan unggahan Facebook yang menyebut adanya upaya penculikan seorang anak di Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Senin, 1 Desember 2025.
Unggahan yang dibuat oleh akun bernama Jumiati itu menampilkan narasi dramatis, keponakannya disebut nyaris dibawa kabur oleh pria tak dikenal yang menggunakan mobil minibus oranye dalam kondisi berlumpur. Foto sang anak yang tampak pucat dan ketakutan turut disertakan, memancing empati sekaligus kepanikan warga.
Respons publik pun tak terbendung. Sejumlah warga memperketat penjagaan lingkungan, sementara aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penelusuran. Namun penyelidikan menghadirkan fakta berbeda dari dugaan awal.
Peristiwa itu rupanya bukan aksi kriminal penculikan. Polisi memastikan kejadian tersebut merupakan persoalan internal keluarga. Pria dalam mobil Calya oranye itu adalah ayah kandung dari sang anak, yang datang untuk menjemput setelah perceraian dengan ibu si anak.
Masalah muncul karena sang anak sudah lama tak berjumpa sehingga tidak lagi mengenali ayahnya. Cara penjemputan yang terkesan memaksa membuat anak panik dan berlari meminta pertolongan, sementara warga menyimpulkan bahwa itu upaya penculikan.
Jumiati yang sebelumnya mengunggah informasi tersebut kini memberi klarifikasi. Ia menilai tindakan ayah si anak menjadi sumber kesalahpahaman. “Kenapa harus pakai paksa? Lagian anaknya juga sudah tidak kenal, pastilah anak itu ketakutan lari,” tulisnya dalam unggahan lanjutan.
Ia menyarankan mantan suami sepupunya itu lebih mengedepankan komunikasi sebelum membawa anaknya. “Harusnya kenalkan dulu kalau dia ayahnya, dan lakukan dengan baik.”
Polisi memastikan tidak ada ancaman keamanan yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan terkait isu penculikan tersebut. Meski demikian, aparat tetap mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. (*)








