Sanggau, ZONA Kalbar.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau memperkuat upaya percepatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagai bagian dari agenda kesehatan lingkungan menjelang akhir tahun 2025. Langkah ini dilakukan dengan menginstruksikan seluruh Puskesmas melakukan verifikasi dan validasi data akses jamban keluarga di setiap desa.
Kepala Dinas Kesehatan Sanggau, Ginting, Jumat (5/12) mengatakan, akurasi data sanitasi menjadi kunci untuk memastikan seluruh indikator STBM benar-benar tercapai. Ia menekankan tidak boleh ada data fiktif atau pelaporan tanpa dasar lapangan. βKami ingin program ini berdampak nyata bagi masyarakat,β ujarnya.
Validasi ini menyasar desa perbatasan dan wilayah berisiko tinggi penyakit berbasis lingkungan. Puskesmas juga diwajibkan melakukan pendataan tambahan pada keluarga yang masih menggunakan fasilitas pembuangan air besar tidak layak.
Selain itu, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) digencarkan melalui sekolah dan tokoh masyarakat. Pendekatan perubahan perilaku menjadi bagian penting mendorong kesadaran sanitasi yang berkelanjutan.
Dinkes menargetkan seluruh desa di Sanggau dapat berstatus Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) pada 2026. Evaluasi terhadap desa yang belum memenuhi indikator dilakukan untuk menentukan intervensi tambahan, termasuk peran pemerintah desa dalam penyediaan sanitasi.
Menurut catatan internal, beberapa desa masih menghadapi tantangan akses air bersih dan pembiayaan pembangunan jamban. Pemerintah daerah mendorong kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga sosial.
Kepala Puskesmas diminta menyampaikan laporan hasil validasi sebelum 31 Desember 2025 sebagai dasar penyusunan rencana kerja 2026. (Butun)








