Sanggau, ZONA Kalbar.id β Upaya Pemerintah Kabupaten Sanggau dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih menghadapi tantangan. Hingga pertengahan Juli 2025, program ini baru menjangkau 1,14 persen dari total populasi sasaran.
Data tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Naroji, dalam dialog interaktif yang disiarkan Radio Republik Indonesia (RRI) Entikong, Selasa (22/7). Ia mengakui bahwa capaian program ini belum ideal dan masih jauh dari target yang diharapkan.
βRendahnya partisipasi masyarakat menunjukkan masih minimnya kesadaran akan pentingnya deteksi dini. Padahal, layanan ini diberikan secara gratis dan mudah diakses,β kata Naroji.
Program CKG yang digulirkan Dinas Kesehatan meliputi layanan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan umum. Layanan ini tersedia di seluruh puskesmas dan posyandu yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Pemerintah daerah menilai, pendekatan promotif dan preventif perlu diperkuat untuk menekan angka penyakit tidak menular yang cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. CKG menjadi salah satu strategi untuk mencegah komplikasi kesehatan yang berisiko tinggi dan membutuhkan biaya besar.
βKami tengah intensifkan sosialisasi langsung ke desa-desa agar masyarakat lebih memahami manfaat program ini. Dukungan lintas sektor dan tokoh masyarakat juga dibutuhkan untuk memperluas jangkauan layanan,β ujarnya.
Dinas Kesehatan menargetkan peningkatan cakupan dalam beberapa bulan ke depan, seiring dengan penguatan edukasi kesehatan dan mobilisasi layanan di wilayah terpencil. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan secara preventif, bukan hanya kuratif. (Butun)
Baca Juga: Dinkes Sanggau Pastikan Stok Vaksin Rabies Aman, 1.055 Vial Segera Tiba









1 Komentar