Sanggau, ZONA Kalbar.id — Pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta didik bukan sekadar kegiatan rutin. “Ini adalah pintu masuk untuk membentuk budaya hidup sehat sejak dini,” ujar Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, H. Najori, S.Sos., M.P.H, Kamis (7/8).
Najori menjelaskan bahwa program CKG yang digagas dalam kerangka Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tahun 2025, bertujuan memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar, khususnya bagi pelajar yang berada di wilayah-wilayah terpencil. “Kami ingin setiap anak sekolah punya akses terhadap layanan pemeriksaan yang berkualitas, dari gigi, mata, gizi, hingga potensi penyakit menular,” katanya.
Lebih lanjut, Najori menyoroti perlunya edukasi yang terintegrasi dalam kegiatan ini. Ia menyebut, pendekatan promotif dan preventif harus berjalan berdampingan dengan komunikasi yang efektif. “Kita tak bisa hanya memeriksa lalu selesai. Harus ada narasi kuat yang sampai ke siswa dan orang tuanya, bahwa hidup sehat itu perlu dimulai dari sekarang,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Sanggau juga merancang strategi komunikasi kesehatan yang akan disampaikan melalui berbagai media sekolah dan komunitas. Fokusnya, kata dia, adalah membangun kesadaran kolektif untuk mencegah penyakit sebelum terlambat.
Saat ditanya soal tantangan lapangan, Najori mengakui masih adanya hambatan geografis dan keterbatasan sumber daya di beberapa wilayah. Namun pihaknya tetap optimistis. “Kami sudah petakan wilayah prioritas dan akan libatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas secara bertahap. Prinsipnya: semua anak harus dijangkau,” tegasnya. (Butun)
Baca selengkapnya disini: ZONA Kalbar.id – Media Berita Terpercaya Kalimantan Barat








