Sanggau, ZONA Kalbar.id — Kasus demam disertai nyeri sendi diduga mulai merebak di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Sejumlah anak dilaporkan mengalami demam tinggi disertai keluhan nyeri tulang dan sendi yang mengarah pada gejala chikungunya.
Baca Juga: DPRD Sanggau Desak Pemkab Tepati Janji Pembangunan Rumah Adat Melayu
Chikungunya merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini umumnya ditandai dengan demam tinggi mendadak, nyeri sendi hebat, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas. Di masyarakat, penyakit tersebut kerap disebut sebagai “flu tulang”.
Salah seorang pelajar yang mengalami gejala tersebut adalah Najwa Kartika, murid kelas 5 . Najwa mengalami demam tinggi disertai nyeri tulang dan telah menjalani pemeriksaan medis di pada Senin, 18 Mei 2026.
Ariya, orang tua Najwa, mengatakan anaknya mulai mengalami demam sejak 17 Mei 2026. Selain suhu tubuh yang tinggi, anaknya juga mengeluhkan nyeri pada persendian hingga kesulitan beraktivitas.
“Karena sudah sehari demam dan nyeri tidak juga reda, hari ini saya membawa anak saya berobat ke Puskesmas Tanjung Kapuas. Dari hasil pemeriksaan petugas medis, dugaan kuat mengarah ke demam chikungunya,” ujar Ariya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama petugas kesehatan segera mengambil langkah pencegahan guna menekan potensi penyebaran penyakit tersebut. Menurutnya, penyemprotan sarang nyamuk dan edukasi kepada masyarakat perlu segera dilakukan, terutama di lingkungan permukiman warga.
Warga juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan serta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
(Butun)
Baca Juga: Warga Keluhkan Penanganan Sampah di Kecamatan Kembayan
